Kunjungan Dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Terkait Dukungan Infrastruktur Publik Terhadap KEK Mandalika

Kunjungan Dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Terkait Dukungan Infrastruktur Publik Terhadap KEK Mandalika

Diterbitkan Selasa, 10 April 2018 oleh eka_satria 151 kali dilihat


Mataram – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kabupaten Lombok Tengah yang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) saat ini terus berprogress dalam pembangunan berbagai fasilitas pendukung pariwisata di kawasan tersebut.

Berdasarkan penetapan tersebut Kementerian Pariwisata RI menargetkan 1.000.000 wisatawan mancanegara (Wisman) berkunjung di Mandalika pada tahun 2019. Sedangkan siklus pertambahan jumlah wisatawan di Mandalika menurut Kementerian Pariwisata, tahun 2016 adalah fase pertumbuhan. Hasil proyeksi jumlah wisatawan sampai dengan tahun 2023 adalah; jumlah wisatawan yang menginap 616.761 jiwa, jumlah wisatawan yang berkunjung 6.537.859 jiwa.

 

Salah satu pihak yang terlibat dalam mendukung investasi di Mandalika adalah Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebagai pihak yang rencananya akan memberikan penjaminan dalam hal pendanaan untuk percepatan pembangunan terhadap Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola Mandalika.

 

Sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung pendanaan percepatan pembangunan KEK Mandalika, pada Kamis (5/4/2018) delegasi AIIB didampingi ITDC mengunjungi Dinas PUPR Provinsi NTB guna berdiskusi sekaligus menggali informasi lebih tentang kesiapan infrastruktur publik guna mendukung iklim investasi di Mandalika.

 

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas PUPR Provinsi NTB H. Akmad Makchul, ITDC menyampaikan tentang ketertarikan dari AIIB dalam mendukung dari sisi pendanaan percepatan pembangunan pariwisata Mandalika, namun sebelum merealisasikan apa yang menjadi niatannya, AIIB ingin mengetahui sejauh mana dukungan Pemerintah dari sisi infrastruktur terhadap pariwisata di Mandalika.

Selanjutnya sebagai respon terhadap apa yang disampaikan AIIB H. Akmad Makchul menyampaikan bahwa dari sisi infrastruktur sampai dengan saat ini Pemerintah tengah menyelesaikan pembangunan ruas jalan provinsi di lingkar selatan pulau lombok guna mendukung konektifitas dan akses ke Kawasan Mandalika yang melewati pantai di sepanjang selatan Pulau Lombok yang terkenal dengan keindahannya. Pemerintah juga sedang mengupayakan percepatan pembangunan ruas jalan By Pass BIL–Kuta sepanjang ±17 km dengan lebar 40 m dimana sampai saat ini dalam tahap Feasibility Study (FS) dan pembebasan lahan.

 

Sementara itu untuk guna mendukung pemenuhan target yang dicanangkan Kementerian Pariwisata dimana salah satu aspek penting di dalamnya adalah optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kawasan Mandalika, SPAM KEK Mandalika merupakan bagian dari SPAM di Kabupaten Lombok Tengah yang terlayani oleh dua sistem yaitu sistem Mata Air Tibu Lempanas dan sistem Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penujak dengan sumber air Bendungan Batujai.

Kapasitas terpasang pada kedua sistem tersebut menurun disebabkan penurunan kapasitas air baku yang tersedia. Kapasitas terpasang SPAM Tibu Lempanas berkisar 200 l/dt dengan volume produksi 50 l/dt, sedangkan SPAM IPA Penujak kapasitas terpasang berkisar 200 l/dt dan volume produksi 79,5 l/dt.

 

Rencana Pengembangan SPAM KEK Mandalika dan Kawasan Penyangganya disusun untuk periode desain tahun 2018-2033. Perencanaan akan dibagi dalam tiga tahap yaitu pada tahap I berupa pemenuhan kebutuhan air minum KEK Mandalika dan Kawasan Penyangganya serta wilayah yang terkait dengan sistem tersebut untuk periode tahun 2018 s/d 2019 terdiri dari program rehabilitasi, optimalisasi serta peningkatan kapasitas SPAM melalui pemanfaatan sumber air baku eksisting, yaitu Mata Air Lempanas,

 

Mata Air Tibu Nangklok dan Mata Air Sesere. Pada tahap II, berupa pemenuhan kebutuhan air minum KEK Mandalika dan Kawasan Penyangganya serta wilayah yang terkait dengan sistem tersebut untuk perioda tahun 2020 s/d 2023 yang terdiri dari program rehabilitasi, optimalisasi serta peningkatan kapasitas SPAM melalui pemanfaatan sumber air baku eksisting dari IPA Penujak. Pada tahap III, pengembangan SPAM untuk pemenuhan kebutuhan air minum KEK Mandalika dan Kawasan Penyangganya serta wilayah yang terkait dengan sistem tersebut untuk perioda tahun 2024 s/d 2033. Rencana pengembangan SPAM Tahap III merupakan program peningkatan kapasitas SPAM melalui pemanfaatan sumber air baku baru dengan mengacu kepada rekomendasi Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Regional Pulau Lombok yaitu dari Sungai Dodokan Hilir.

 

Terhadap apa yang telah disampaikan oleh Dinas PUPR Provinsi NTB, selanjutnya pihak AIIB dan ITDC akan segera menindaklanjuti apa yang telah menjadi komitmen dalam percepatan pembangunan pariwisata di Mandalika. _ppid_

 

 


Tinggalkan Komentar :



Komentar :

Belum Ada Komentar

Sambutan Kepala Dinas
Telusuri
Agenda

FGD Tentang Penyempurnaan Data Untuk Akselerasi Penurunan Kemiskinan di Provinsi NTB Tentang Penajaman Target & Sasaran Program Kemiskinan

Subbag Program / Bidang Cipta Karya

Ruang Rapat DPMPD Provinsi NTB

Jumat, 18 Mei 2018

09.00 WITA


Finalisasi Rancangan RKPD Provinsi NTB Tahun 2019

Subbag Program

Ruang Rapat Samota Bappeda Provinsi NTB

Jumat, 18 Mei 2018

09.00 WITA

Arsip Berita
Like Us On Facebook
Follow Us On Twitter
Subscribe Us On Youtube
Pengunjung

Hari Ini : 39

Kemarin : 26

Minggu Ini : 1704

Bulan Ini : 800

Total Pengunjung : 1704


Link Terkait