MEMBANGUN INFRASTRUKTUR UNTUK NTB YANG MAKIN GEMILANG

MEMBANGUN INFRASTRUKTUR UNTUK NTB YANG MAKIN GEMILANG

Diterbitkan Selasa, 4 Desember 2018 oleh ucang 44 kali dilihat


Memasuki usia 60 tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2018 ini, banyak hal yang sudah terlihat sebagai buah karya dan kiprah insan dan lembaga Pekerjaan Umum dalam membangun infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai provinsi kepulauan yang berpenduduk lebih dari 5 juta jiwa, dengan potensi sumberdaya potensial yang tersebar di kawasan-kawasan strategis, memiliki keunggulan competitive dan keunggulan comparative yang mumpuni, terutama pada sektor-sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, pertambangan, kelautan dan perikanan. Salah satu pendukung utama untuk berkembangnya sektor-sektor unggulan pada kawasan-kawasan sentra produksi tersebut adalah adanya aksesibilitas dan konektivitas yang semakin terbuka dan lancar.

 

Untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor-sektor unggulan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menetapkan kebijakan dalam RPJMD yang tertuang dalam salah satu misinya adalah  Akselerasi Pengembangan Infrastruktur Penunjang Sektor Unggulan dan Kawasan Strategis. Hal ini selaras dengan arah kebijakan umum pembangunan nasional pada RPJMN yaitu Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Pertumbuhan dan Pemerataan.

Sebagai wujud konkrit dari kebijakan tersebut, telah banyak dibangun berbagai infrastruktur untuk mendukung NTB sebagai salah satu provinsi yang ditetapkan sebagai “destinasi unggulan pariwisata nasional” dan sebagai daerah “pendukung penyedia stok pangan nasional.

Tidak dipungkiri bahwa, dampak dari terbangunnya berbagai infrastruktur ke-PU-an telah membawa pengaruh signifikan dalam mendukung perkembangan ekonomi wilayah. Prasarana jalan yang makin baik mendorong tumbuh dan  berkembangnya kawasan-kawasan pariwisata dan industri ikutannya, termasuk minat dunia internasional untuk menjadikan NTB sebagai tempat penyelenggaraan event- event dunia, khususnya sport tourism (Grand Fondo New York, Tour de Lombok, Sembalun Challenge,dll). Demikian juga dengan terbangunnya infrastruktur sumberdaya air seperti bendungan dan jaringan irigasi yang berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian sehingga tingkat pendapatan petani semakin meningkat. Sebagai gambaran bahwa, capaian kinerja dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, Pemerintah Provinsi NTB telah dapat menaikkan tingkat kemantapan jalan provinsi dari 68,99 % pada tahun 2014 menjadi 84,02 % pada tahun 2018. Demikian pula halnya dengan tingkat layanan air bersih, sanitasi, dan layanan irigasi telah dapat menunjukkan kinerja yang baik  , cakupan air bersih perkotaan dari 82,09% ditahun 2014 menjadi 92,66% padas tahun 2018, cakupan air bersih perdesaan dari 74,80% menjadi 82,49%.  Untuk cakupan sanitasi layanan  layak diperkotaan dari 55,45 % menjadi 92,23?n di perdesaan dari 50,25% ditahun 2014 menjadi 87,25% di tahun 2018. Sedangkan kinerja layanan jaringan irigasi dari 35 Daerah Irigasi kewenangan provinsi mempunyai kinerja dalam katagori sedang dan akan terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang

 

Berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah terbukanya akses dan keterhubungan antar kawasan yang semakin baik. Terbangunnya prasarana jalan dari dan menuju kawasan-kawasan pariwisata dan kawasan-kawasan sentra produksi lainnya seperti kawasan Mandalika, kawasan SAMOTA, serta ruas-ruas jalan stratregis yang menghubungkan lingkar selatan maupun utara pulau Lombok dan pulau Sumbawa. Demikian juga pembangunan infrastruktur sumberdaya air untuk mendukung penyediaan air baku dan peningkatan produktivitas pertanian dalam arti luas. Dalam kurun waktu 5 tahun ini telah dan sedang dibangun beberapa  bendungan (Pandanduri, Tanju Mila dan Bintang Bano), embung-embung, jaringan irigasi, prasarana air bersih dan penyehatan lingkungan serta penataan kawasan permukiman dan ruang terbuka hijau serta berbagai kegiatan ke-PU-an lainnya.

Selain hasil pembangunan infrastruktur yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khusus untuk infrastruktur jalan, provinsi NTB telah ditetapkan sebagai Pusat Rujukan Nasional dalam Bidang Pengelolaan Jalan. Tentu kedepan, masih banyak program dan rencana pembangunan infrastruktur yang belum tuntas dan memerlukan upaya keras untuk merealisasikannya, antara lain pelebaran jalan lingkar selatan pulau Lombok (Lembar-Sekotong-Pelangan-Selong Balanak – Kuta – Teluk Awang- Pantai Pink), dan lingkar utara pulau Lombok (Pemenang - Tanjung – Bayan – Sambelia - Labuhan Lombok), pembangunan jalan port-to-port PERMATA LOMBOK (Pelabuhan Lembar - Mataram-Labuhan Lombok), pembangunan jalan Kawasan SAMOTA (Sumbawa Besar- Aibari; Banggo-Labuhan Kenanga-Piong-Kore-Sila), jalan lingkar selatan pulau Sumbawa (Benete-Sejorong-Tetar-Lunyuk; Hu’u-Parado-Karumbu-Sape). Dengan semakin baiknya akses dan keterhubungan ruas-ruas jalan tersebut akan mampu memberikan tingkat layanan yang semakin baik dan akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 
 

Pada tahun 2018 program kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTB bersama Dinas Perumahan dan Permukiman dan Unit-unit Organisasi Kementerian PUPR yang ada di NTB yaitu BPJN Wilayah IX – NTB, BWS NT-I dan Satker Cipta Karya Kementerian PUPR telah melaksanakan berbagai program pembangunan sebagai wujud kerja nyata membangun infrastruktur untuk NTB yang makin GEMILANG antara lain :

  1. Infrastruktur Sumberdaya Air.
  • Hingga saat ini jumlah bendungan yang telah dibangun di NTB sebanyak 10 unit (dari 15 unit yang direncanakan) yaitu 3 unit di pulau Lombok dan 7 unit berada di pulau Sumbawa. Adapun luas areal potensial sawah beririgasi teknis diperkirakan dapat mencapai 210.323 hektar dan areal fungsional seluas 178.427 Ha (8,47 ?ri total luas NTB)
  • Pada Tahun Anggaran 2018 sedang dilaksanakan pembangunan 2 bendungan lagi yaitu bendungan Tanju - Mila di Dompu dan bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat yang telah dimulai pembangunannya sejak tahun 2014.
  • Selain itu, dilaksanakan pula pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, perkuatan tebing sungai, pembangunan jaringan irigasi lahan kering serta kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi yang tersebar di seluruh Daerah Irigasi se NTB.
  • Infrastruktur Jalan :
    • Sampai dengan akhir tahun 2018 panjang jalan di NTB adalah 11.021,87 kilometer yang terdiri dari jalan nasional 934, 55 km; jalan provinsi 1.462,42 km dan jalan Kabupaten/Kota 5.624,90 km masing-masing dengan tingkat kemantapan jalan nasional telah mencapai 96,96 %, provinsi 77,16 ?n kabupaten/Kota sebesar 56,44%.
    • Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2018 adalah peningkatan jalan lingkar utara P. Lombok (Pemenang-Tanjung-Bayan-Sembalun), rehabilitasi dan peningkatan jalan dengan pola tahun jamak, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan nasional dan jalan provinsi, pembangunan dan rehabilitasi jembatan.
  • Infrastruktur ke-CiptaKarya-an :
    • Pembangunan infrastruktur keciptakaryaan dilaksanakan guna memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih, mengatasi kawasan kumuh dan pelayanan sanitasi serta penataan bangunan dan penyehatan lingkungan .
    • Program 100-0-100 merupakan program nasional dengan target capaian kinerja berupa pelayanan air bersih perkotaan dapat mencapai 100 %, penanganan kawasan kumuh hingga mencapai 0?n tingkat pelayanan sanitasi sebesar 100%.
    • Beberapa kegiatan yang dilaksanakan melalui program keciptakaryaan antara lain kegiatan penyediaan sarana air bersih, penyusunan FS SPAM Regional Pulau Lombok, pembangunan jaringan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang tersebar di NTB
    • Selain itu, melalui APBD NTB tahun 2018 dilaksanakan perbaikan dan penatan jalan lingkungan pada kawasan cepat tumbuh, penanganan drainase lingkungan dan sarana air limbah, rehabilitasi gedung paska bencana gempa bumi.
  • Tata Ruang dan Pendukung Infrastruktur :
    • Untuk dapat terlaksananya kegiatan pembangunan infrastruktur secara terintegrasi dan berbasis kawasan, telah disusun Perda No.3 tahun 2010 tentang RTRW Provinsi NTB 2009-2029.
    • Pada tahun 2018 beberapa kegiatan yang terkait dengan Tata Ruang Wilayah, lebih ditekankan pada upaya-upaya pengendalian pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai bagian dari upaya untuk menjaga konsistensi penyelenggaraan RTRW di daerah.
    • Selain itu, terkait untuk menjaga agar pelaksanaan konstruksi tidak terjadi masalah kegagalan konstruksi akibat penggunaan material konstruksi yang tidak berkualitas, dilaksanakan pembinaan dan pengawasan jasa konstruksi serta peningkatan dan pengembangan kinerja Laboratorium Pengujian Material Konstruksi.
  • Perumahan dan Permukiman :
    • Dalam upaya mewujudkan program 1 juta rumah yang dicanangkan Pemerintah, Kementrian PUPR terus berupaya menambah pasokan unit rumah terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tahun ini untuk mengurangi angka backlog perumahan di NTB terbangun 8 tower rumah susun (4 di Pulau Lombok, 4 di Pulau Sumbawa) yang peruntukannya dihuni oleh ASN, pekerja, mahasiswa, santri/santriwati. Hunian vertikal (rumah susun) menjadi pilihan terutama di kawasan perkotaan untuk mengatasi ketersediaan lahan yang semakin terbatas sehingga Rumah Susun ini dapat mengurangi konversi lahan
    • Untuk menangani rumah yang rusak ringan sampai rusak sedang bagi masyarakat yang tidak mampu ditangani dengan rehabilitasi rumah sejumlah 1.157 unit dengan mekanisme swadaya masyarakst yang berada di 89 desa tersebar d1 seluruh kabupaten/kota, sedangkan bagi masyarakat miskin ditangani melalui mekanisme pembangunan rumah baru sebanyak 1.078 unit tersebar di 163 desa

Beberapa penghargaan dan prestasi  yang diperoleh yang diperoleh oleh PU NTB diantaranya Sertifikasi Akreditasi Dari Komite Akreditasi Nasional Kepada Balai Pengujian Material Konstruksi DPU NTB, Sertifikat Sistem Manajement ISO-9001 – 2008 : BISDA Dalam Pengelolaan Data Hidrologi Dan Kualitas Air .

 Untuk Bidang Sumber Daya Air :

  • Pemenang Ii Nasional : Lomba Pengamat Irigasi Permukaan Tingkat Nasional An. Ida Sulyaningsih (Pengamat Kediri)
  • Pemenang Ii Nasional : Lomba Juru /Mantri Irigasi Permukaan An. M.Wardul Fahri (Pengamat Pengairan Kokok Gading Lotim)
  • Pemenang I Nasional : Lomba Petugas Unit Pengelola Bendungan An.Ir. Lalu Rahmadi (Bws Nt 1)
  • Juara Ii Nasional Petugas Op Bendungan. An. Abdurrahmanpetugas Op Bendungan Tiukulit Sumbawa
  • Nominasi Iv Nasionallomba Op Di Teladan An. Dinas PUPR dan BWS NT I

Bidang Jasa Konstruksi  , pada  Lomba Pekerja Konstruksi Tingkat Nasional NTB Juara Umum Dengan Meraih 7 Trophy Masing-Masing Pemenang :

  • Juara 1 Tukang Batu An.Nurhasanah
  • Juara Harapan Ii (An.Syahyun)
  • Juara Ii Perpipaan- Plumbing) An.Lm Ridwan
  • Juara Ii Pekerja Listrik : An.Samsul Hadi
  • Juara Iii Juru Gambar An. Sudirman Dan Lm Ryanto
  • Juara Ii Pekerjaaan Jalan (An. M.Zan)

dan tahun 2018  ; menjadi  Nominator Terbaik Nasional Dari 3 Provinsi Untuk Kategori Inovasi Penerapan Teknologi Penyelenggaraan Infrastruktur PUPR.

 

 

 

 

 


Tinggalkan Komentar :



Komentar :

Belum Ada Komentar

Sambutan Kepala Dinas
Telusuri
Agenda

Evaluasi Awal Pelaksanaan NTB Zero Waste

UP

Ruang Rapat Dinas LHK NTB

Jumat, 18 Januari 2019

09.00 WITA


Permohonan Rekomendasi

Bidang Tata Ruang

Ruang Rapat Bidang Tata Ruang DPUPR NTB

Jumat, 18 Januari 2019

09.00 WITA

Arsip Berita
Like Us On Facebook
Follow Us On Twitter
Subscribe Us On Youtube
Pengunjung

Hari Ini : 0

Kemarin : 0

Minggu Ini : 89

Bulan Ini : 89

Total Pengunjung : 12653

Polling Website

Apakah Website Ini cukup membantu anda dalam mencari Informasi Ke-PU-an ?


Link Terkait