Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air Menuju Kawasan Pariwisata Gili Matra

Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air Menuju Kawasan Pariwisata Gili Matra

Diterbitkan Selasa, 17 April 2018 oleh ucang 70 kali dilihat


Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Meno, Gili Trawangan, dan Gili Ayer yang biasa disebut dengan TWP Gili Indah ataupun Gili Matra merupakan salah satu objek wisata yang telah mendunia. Banyak wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara berkunjung untuk menikmati suasana di TWP Gili Matra ini. Tidak hanya keindahan didarat dengan suguhan pasir putih dan pemandangan pesisir pantai yang memanjakan mata setiap wisatawan, tetapi juga diperpadukan dengan keindahan ekosistem perairan lautnya yang beranekaragam nan-eksotis.

TWP Gili Matra memiliki luas kawasan 2.954 Ha (berdasarkan ditetapkannya SK. Menteri Kehutanan No. 85/Kpts-II/1993) yang terbagi dalam 665 Ha daratan dan 2.289 Ha perairan laut. Penduduk dikawasan ini kurang lebih 800 Kepala Keluarga. Tidak sedikit penduduk di TWP Gili Matra bermata pencaharian alternative yang juga dapat mendukung pariwisata disana. Berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan No. 99/Kpts-II/2001 TWP Gili Matra ditetapkan sebagai kawasan pelestarian alam perairan. TWP Gili Matra dikelola oleh Dept. Kelautan dan Perikanan berdasarkan Nomor:BA. 01/Menhut-IV/2009 – BA. 108/MEN.KPIII/2009 dan dengan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. Kep.67/MEN/2009 ditetapkan Kawasan Konservasi Perairan Nasional TWP Gili Matra di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Sumber : Website KKJI)

Tidak dapat dipungkiri pesona yang ditawarkan TWP Gili Matra juga menarik minat invenstor swasta untuk berinvestasi. Begitu juga yang dirasakan oleh PT. Berjaya Lombok Tirta (BLT) yang tertarik untuk berkontribusi dalam meningkatkan cakupan pelayanan, memperbesar dana pembangunan Desa melalui investasi swasta, dan meningkatkan pengendalian mutu pelayanan khususnya meningkatkan kualitas pelayanan air minum serta daya saing SDM pengelola air minum pada kawasan ini sekaligus juga berinvestasi didalamnya.

Ir. Joko T. Sunaryo, MT, MBA selaku Human Resource di PT. Berjaya Lombok Tirta bersama perwakilan lainnya dari PT. Berjaya Lombok Tirta berkunjung ke Dinas PUPR Provinsi NTB dalam rangka membahas dan mendapatkan rekomendasi pembangunan sistem penyediaan air menuju Gili Meno, Gili Trawangan, dan Gili Ayer.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  (PUPR) Provinsi NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, MTP yang didampingi oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, H. Chairul Mahsul SH MM dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F. Pertemuan tersebut juga dihadiri diantaranya Sekretaris Dinas PUPR, Ir. Akhmad Makchul, M. Si, perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan NTB serta perwakilan dari POLDA NTB.

Dalam pertemuan itu juga membahas hal-hal terkait ijin-ijin yang berkenaan dengan pengadaan air tersebut dan kesesuaian ruang. “Kalau rekomendasi kesesuaian ruangnya sudah ada baru bisa dieksekusi”, kata H.Chairul Mahsul, SH. MM. Tidak beda jauh dengan himbauan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, MTP, agar kegiatan PT. BLT dapat memenuhi kesesuaian ruangnya, baik didarat maupun dilaut.

Tahapan dalam pengadaan air siap minum menuju TWP Gili Matra tersebut diantaranya, yaitu : 1. Air diambil dari salah satu Mata Air di Pulau Lombok dan sumur bor, 2. membangun instalasi pengolahan air, 3. Membangun jalur pipa transmisi termasuk pipa bawah laut ke tiga Gili, 4. Membangun jaringan distribusi air. Air yang salurkan ke tiga gili tersebut merupakan air siap minum dan dibagi secara inklusif (masyarakat) dan ekslusif (perhotelan).

Tujuan dari projek ini adalah kualitas air minum sesuai (kualitas) standard Permenkes 492/2010, pemenuhan akan kebutuhan air (kuantitas) Permenkes 492/2010, ketersediaan Air (kontinyu), harga air terjangkau masyarakat serta dapat melayani demand yg tinggi air minum untuk kawasan pariwisata dan masyarakat Gili Indah.

Beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama yaitu soal air limbah, limbah sampah dan menjaga kelestarian terumbu karang. Pihak dari stakeholder dalam hal ini PT. Berjaya Lombok Tirta sudah mencanangkan akan adanya pengolahan air limbah. Untuk persoalan limbah sampah, H.Chairul Mahsul, SH. MM menghimbau untuk dapat diatasi bersama-sama, “Kita ingin mengundang siapapun untuk treatment sampah ini, kemudian kebijakan berikutnya seperti yang saya diskusikan dengan bapak bupati bahwa harus ada penerapan kuota sesuai dengan daya dukung tiga gili”, pungkasnya.

Diakhir pertemuan tersebut, Ir. Wedha Magma Ardhi, MTP selaku Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB menyampaikan 2 hal yaitu PT. BLT dapat memenuhi semua ketentuan-ketentuan lingkungan dan hal-hal yang bersifat teknis, diharapkan sudah ada dalam kajian-kajian AMDAL. ~ppid~


Tinggalkan Komentar :



Komentar :

Belum Ada Komentar

Sambutan Kepala Dinas
Telusuri
Agenda

Rapat Koordinasi Penerimaan Retribusi Daerah & Pendapatan Lainnya Tahun 2018

Sekretaris Dinas

Hotel Lombok Raya

Rabu, 18 Juli 2018

08.30 WITA


Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Kekeringan di NTB

SDA & Cipta Karya

Hotel Grand Legi

Rabu, 18 Juli 2018

09.00 WITA


Perubahan TNKB

Subbag UP

Ruang Rapat BPKAD Provinsi NTB

Rabu, 18 Juli 2018

09.30 WITA


Rakor Persiapan Symposium the 6th Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Tahun 2019

Sekretaris Dinas

Hotel Aruna Senggigi

Selasa, 17 Juli 2018

12.00 WITA


Rakor dan Evaluasi Pelaksanaan Program Kegiatan TA. 2018

-

Aula Pengga Dinas PUPR NTB

Rabu, 18 Juli 2018

14.00 WITA

Arsip Berita
Like Us On Facebook
Follow Us On Twitter
Subscribe Us On Youtube
Pengunjung

Hari Ini : 34

Kemarin : 72

Minggu Ini : 3385

Bulan Ini : 728

Total Pengunjung : 3385


Link Terkait