Pembangunan Bendungan Mujur Terhambat Pembebasan Lahan dan Relokasi Warga

Pembangunan Bendungan Mujur Terhambat Pembebasan Lahan dan Relokasi Warga

Diterbitkan Sabtu, 3 Desember 2016 oleh nyoman_dian 150 kali dilihat


Mataram  (Suara  NTB) –  Pemkab  Lombok  Tengah  (Loteng)  diminta  untuk  segera  menuntaskan persoalan  pembebasan  lahan  dan relokasi  warga  jika  ingin  pembangunan  bendungan  Mujur  segera direalisasikan.  Dari  700  hektar  lahan  yang  dibutuhkan,  Pemkab  Loteng  baru  membebaskan  8  –  10 hektar. Sekretaris Dinas PU NTB, Ir. Ahmad Makchul, M. Si yang dikonfirmasi suarantb.com, belum lama ini mengatakan  masalah  lahan  masih  menjadi  kendala  dalam  upaya  percepatan  pembangunan bendungan  Mujur.  Ia  menjelaskan,  pembangunan  bendungan  Mujur  ini  sudah  masuk  dalam perencanaan pemerintah pusat sampai 2019 mendatang. “Sudah  masuk  program  nasional  Mujur,  Meninting  dan  Krekeh  di  Sumbawa.  Jadi  ini  sudah  masuk dalam  program  nasional. Sekarang  proses­proses  untuk review  desain  dan  pembebasan  lahan  bisa dipercepat,” ujarnya.

Menurutnya,  dari  sisi  kesiapan  anggaran  dari  pemerintah  pusat  sudah  tidak  masalah.  Tinggal persiapan yang dilakukan di daerah terkait dengan pembebasan lahan dan relokasi penduduk supaya bisa  segera  difasilitasi  oleh Pemkab  Loteng. “Kendalanya  masih  di  situ.  Makanya  kita  minta Pemda Lombok Tengah, lebih cepat diselesaikan kegiatan yang sifatnya persiapan ini tentu realisasi fisik akan lebih cepat juga,” tambahnya. Dari sisi desain, lanjut Makchul, bendungan Mujur sudah siap. Begitu juga dengan penganggaran dan dukungan kebijakan dari pusat. Menurutnya, sekarang bolanya ada di Pemkab Loteng, untuk segera memfasilitasi  proses­proses  persiapan  pembangunan  kaitannya  dengan  pembebasan  lahan  dan relokasi warga. “Masih ditinjau kembali yang lama itu. Ada pendataan ulang terkait jumlah penduduk, luas areal yang akan digenangi. Sekarang kan Pemkab Lombok Tengah baru membebaskan lahan dari 700 hektar itu baru 8­10 hektar,” sebutnya. Artinya, masih banyak lahan yang harus dibebaskan. Terkait hal ini, bisa saja nanti dilakukan sharing anggaran  baik  dengan  pemerintah  provinsi  maupun  pemerintah  pusat.”Sekarang kita  minta  supaya proses­proses persiapan awalnya itu bisa dituntaskan dulu. Sehingga 2018 paling tidak itu sudah ada tanda­tanda untuk bisa dilaksanakan,”pintanya.

Makchul  menambahkan,  dari  sisi  kesiapan,  pembangunan  bendungan  Mujur  ini  kalah  dengan bendungan Meninting. Sebenarnya, dari usulan awal, bendungan Mujur ini sudah ada sejak 1990­an. Namun  tersendat  akibat  proses  pembebasan  lahan.  “Tentu  kita  berharap  lebih  cepat  lebih  bagus. Tinggal sekarang dilakukan koordinasi dengan Pemkab Lombok Tengah dan BWS,” tandasnya. Ia  menyebutkan,  pembangunan  bendungan  Mujur  sedikitnya  butuh  anggaran  sekitar  Rp  400  miliar. Bendungan  yang  berlokasi  di  Desa  Mujur  Kecamatan  Praya  Timur  ini  rencananya  akan  mampu mengairi areal persawahan seluas 6.000 hektar. (nas)

Sumber : Suara NTB


Tinggalkan Komentar :



Komentar :

Belum Ada Komentar

Sambutan Kepala Dinas
Telusuri
Agenda

Sidang Pleno Tim TKPSDA WS. Lombok

Bidang Sumber Daya Air

Hotel Lombok Garden

Selasa, 18 September 201

09.00 WITA

Arsip Berita
Like Us On Facebook
Follow Us On Twitter
Subscribe Us On Youtube
Pengunjung

Hari Ini : 27

Kemarin : 200

Minggu Ini : 6136

Bulan Ini : 1101

Total Pengunjung : 6136


Link Terkait