Pengendalian Risiko Banjir Kerjasama Para Pihak untuk Bersinergi

Pengendalian Risiko Banjir Kerjasama Para Pihak untuk Bersinergi

Diterbitkan Kamis, 11 Maret 2021 oleh ucang 279 kali dilihat


Isu strategis dalam pengelolaan sumber daya air terdiri dari konservasi SDA, pendayagunaan SDA, pengendalian daya rusak air, peran serta masyarakat dan sistem informasi SDA. Salah satu yang menjadi perhatian saat ini adalah mengenai daya rusak air yang berdampak pada timbulnya bencana alam yang saat ini marak terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat salah satunya adalah banjir dan dampak ikutannya. Selain itu, sedimentasi yang tinggi pada jaringan irigasi, lemahnya koordinasi, penambangan liar di bendung. Demikian sambutan Kepala Sekretariat TKPSDA WS Lombok                Bapak Ir. Lalu Rahmanadi, MM, MT. pada kesempatan Rapat Pokja Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Lombok (TKPSDA WS Lombok) yang berlangsung di aula irigasi pada tanggal 10 Maret 2021.

Mewakili Ketua TKPSDA WS Lombok, Bapak L. Kusuma Wijaya, ST, MT. yang merupakan Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Provinsi NTB menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan kegiatan awal sebelum pelaksanaan kegiatan TKPSDA. Pelaksanaan kegiatan dibatasi mengingat kondisi pandemic sehingga perlu dipilih tema strategis yang berdampak kedepannya. Salah satu tema yang perlu dibahas adalah mengenai bencana banjir seperti yang disampaikan kepala sekretariat TKPSDA. Banjir rutin terjadi meskipun besaran dan lokasi berubah-ubah. Hal yang dominan adalah perubahan alih fungsi lahan sehingga areal konservasi dan  tutupan lahan juga mengalami perubahan. Pengendalian risiko banjir merupakan Kerjasama para pihak untuk bersinergi dalam upaya perencanaan, mitigasi, kesiapsiagaan, pencegahan dan antisipasi. Dampak kerugiannya perlu diinventaris, diidentifikasi dan dipetakan siapa berbuat apa serta diajukan sebagai rekomendasi pada saat Sidang Pleno.

Pada kesempatan ini, disampaikan paparan mengenai Antisipasi Bencana Alam Hidrometeorologi di Provinsi Nusa Tenggara Barat oleh Bapak Ir. Ahmadi, SP-1 dari BPBD NTB. Beliau menyampaikan mengenai definisi, penyebab dan dampak bencana hidrometeorologi. Prediksi hidrometeorologi didominasi curah hujan menengah hingga tinggi dengan sifat hujan lokal, diatas normal dan berpotensi sebagai pemicu banjir bandang. Distribusi potensi air yang tidak merata dan kerusakan prasarana sumber daya air akibat banjir dan tanah longsor merupakan isu strategis yang dijumpai pada WS Lombok.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dari para anggota TKPSDA WS Lombok yang secara umum menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi terutama oleh perwakilan kabupaten. Isu strategis perlu dipertajam mulai dari manajemen konstruksi, manajemen Koordinasi, Integrasi, Simplikasi dan Sinkronisasi serta perubahan perilaku masyarakat. Termasuk gerakan kemitraan dalam upaya konservasi perlu meningkatkan peran serta masyarakat agar tidak saja menjadi program pemerintah tetapi  merupakan kerja bersama para pihak. TKPSDA WS Lombok merupakan tim yang fleksibel untuk merangkul para pihak dalam koordinasi dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai Lombok. (JDA)

 


Tinggalkan Komentar :



Komentar :

Belum Ada Komentar

Sambutan Kepala Dinas
Telusuri
Agenda
Arsip Berita
Like Us On Facebook
Follow Us On Twitter
Subscribe Us On Youtube
Pengunjung

Hari Ini : 0

Kemarin : 409

Minggu Ini : 595

Bulan Ini : 595

Total Pengunjung : 187257

Polling Website

Apakah Website Ini cukup membantu anda dalam mencari Informasi Ke-PU-an ?


Link Terkait