KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN BAHAN BANGUNAN PASCA GEMPA

KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN BAHAN BANGUNAN PASCA GEMPA

Diterbitkan Senin, 3 September 2018 oleh ucang 128 kali dilihat


Mataram – 3 September 2018, Hari ini telah diselenggarakan rapat dengan pembahasan terkait kebutuhan dan ketersediaan bahan bangunan pasca gempa di NTB. Rapat yang dimulai pada pukul 09.30-11.30 WITA dipimpin oleh Ir. Wedha Magma Ardhi, MTP selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi NTB dan dihadiri 36 peserta rapat yang diantaranya merupakan bagian dari sekretariat bersama. Dalam operasi penanganan pasca gempa DPUPR bertanggungjawab sebagai koordinator di sektor infrastruktur.

Berdasarkan data yang terhimpun hingga saat ini, sebanyak 83.392 rumah rusak dan 396.032 jiwa penduduk yang mengungsi. Saat ini, tidak sedikit korban terdampak gempa menggunakan tenda-tenda pengungsian sebagai tempat tinggal sementara. Daya tahan tenda yang tidak lama dan cuaca akan memasuki musim penghujan, masyarakat disarankan menggunakan Hunian Sementara (Huntara) sampai Hunian Tetap yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk Huntap, sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk menggunakan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). RISHA merupakan salah satu Huntap yang sudah teruji akan bencana gempa. Akan disediakan bantuan dana sebagai dana stimulan sebesar 50 juta dari pemerintah untuk pembangunan RISHA bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Konsep RISHA ialah menggunakan cetakan serta perakitan dan jika dilihat dari jumlah cetakan yang sudah di sediakan pemerintah yakni sebanyak 200 unit dapat dibangun 10 rumah/hari. Diperkirakan dibutuhkan 3000 unit cetakan tambahan untuk memenuhi target waktu 6 bulan masa pembangunan RISHA untuk seluruh rumah masyarakat yang mengalami rusak berat.

Diperkirakan harga main strukture dan atap bangunan RISHA sejumlah 38 juta dan diharapkan pengalokasian dana stimulan dari pemerintah digunakan untuk struktur rumah tahan gempa. Untuk bahan cetakan RISHA yang akan dibentuk menjadi panel-panel terdiri dari semen, pasir, kerikil dan air yang sudah diformulasikan perbandingannya. Sebagian bahan cetakan akan didatangkan dari luar NTB seperti Jawa Timur, Jakarta maupun Jawa Tengah. KADIN NTB selaku koordinator pengadaan penyediaan barang untuk lokasi terdampak gempa, memastikan pabrikan-pabrikan terkait bahan bangunan siap mengalokasikan kuotanya ke Lombok Sumbawa serta menjaga harga bahan bangunan tetap stabil hingga tiba ke lokasi terdampak. Untuk pembuatan panel-panel sendiri akan dilaksanakan di workshop-workshop yang telah ditentukan.

Sedangkan dari DITRESKRIMSUS POLDA NTB yang bertugas melakukan operasi bahan bangunan di Lombok sudah menghimbau kepada penjual bahan bangunan di beberapa tempat untuk tidak menaikkan harga. Koordinasi juga telah dilakukan oleh KASUBIT POLDA NTB terhadap distributor semen maupun agen besi untuk menurunkan harga bagi korban terdampak gempa.

Tindakan dari beberapa pihak terkait yang membantu dalam percepatan penanganan pembangunan RISHA, yaitu : PELINDO akan memprioritaskan kapal-kapal yang mengangkut material bangunan teruntuk wilayah terdampak dan DISHUB yang menyarankan penggunaan kapal perintis Surabaya – Carik dengan harga angkut lebih murah.

Akan tetapi, pembangunan RISHA teruntuk korban terdampak gempa sedikit terhambat dikarenakan proses validasi dan verifikasi terhadap rumah-rumah membutuhkan waktu mengingat jumlah rumah yang mengalami kerusakan tidak sedikit. Proses validasi dan verifikasi merupakan landasan dalam menentukan jumlah bahan bangunan yang dibutuhkan. Selain itu, pembuatan panel-panel RISHA yang menggunakan cetakan jelas membutuhkan waktu dalam pengerjaannya. Menjadi harapan bersama, terhadap bahan bangunan yang nantinya telah disediakan dapat dilakukan pengawasan, pengendalian dan tepat sasaran serta percepatan dalam pelaksanaan pembangunannya.~ppid~


Tinggalkan Komentar :



Komentar :

Belum Ada Komentar

Sambutan Kepala Dinas
Telusuri
Agenda

Konsultasi Regional Kementerian PUPR Tahun 2019

Kadis / Sekdis / PIW

Hotel Lombok Raya

Rabu, 20 Februari 2019

19.00 WITA


Pertemuan Koordinasi Sub Klaster WASH

Bidang Cipta Karya

Ruang Rapat Bappeda NTB

Kamis, 21 Februari 2019

14.00 WITA


Audiensi dengan Bappenas terkait Pembentukan tim Kelompok Kerja Destinasi Wisata Kebugaran Bilebante Loteng

-

Ruang Rapat Utama Gubernur NTB

Kamis, 21 Februari 2019

10.30 WITA


Penjelasan Secara Teknis Kegiatan Kursus Bahasa Inggris ttg Manajemen Sampah (Waste Management)

-

Ruang Rapat BKD NTB

Kamis, 21 Februari 2019

09.00 WITA


Courtesy Meeting Tim Koordinasi P3TB dengan Gubernur Terkait Kemajuan dan Penyusunan ITMP Lombok dalam Rangka Kunjungan Kerja Tim Koordinasi P3TB dari Bappenas

Kepala Dinas

Ruang Kerja Gubernur NTB

Kamis, 21 Februari 2019

08.00 WITA

Arsip Berita
Like Us On Facebook
Follow Us On Twitter
Subscribe Us On Youtube
Pengunjung

Hari Ini : 0

Kemarin : 0

Minggu Ini : 34

Bulan Ini : 34

Total Pengunjung : 14521

Polling Website

Apakah Website Ini cukup membantu anda dalam mencari Informasi Ke-PU-an ?


Link Terkait