Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Bidang Ke–PU–an)

Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Bidang Ke–PU–an)

Diterbitkan Kamis, 27 April 2017 oleh eka_satria 714 kali dilihat


Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang (RTRW) Provinsi NTB  sudah  berjalan  selama 7 (tujuh) tahun, namun sejalan dengan perkembangan lingkungan strategis dan dinamika internal mengakibatkan terjadinya ketidaksesuaian dan/atau simpangan antara rencana dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu diperlukan review/peninjauan kembali (PK) terhadap RTRW Provinsi NTB sebagai  upaya  untuk  melihat kesesuaian antara Rencana Tata Ruang dan kebutuhan pembangunan serta pelaksanaan pemanfaatan ruang.

PK RTRW Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan suatu proses penyempurnaan dari RTRW Provinsi NTB  Tahun 2009-2029 yang dilaksanakan secara berkala selama jangka waktu perencanaan berjalan.

Diskusi Pembahasan Peninjauan Kembali (PK) RTRW Provinsi NTB pada tanggal 26 April 2017)

Hasil koordinasi dengan Sekertaris Dinas dan Bidang Teknis lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTB, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, dan Balai Jalan Nasional Wilayah IX  Mataram terdapat beberapa hal yang mengakibatkan perubahan terhadap struktur  ruang terutama pada sistem jaringan transportasi, sumber  daya  air, dan persampahan sebagai akibat dari adanya perubahan RPJMN, Percepatan Proyek Strategis, Perubahan Regulasi dan dinamika internal pembangunan di Provinsi NTB.

 

Pada sistem jaringan transportasi yaitu perubahan pada fungsi dan status Jalan Nasional (Permen PUPR RI Nomor 248/2015), perubahan fungsi dan status Jalan Provinsi (SK Gubernur NTB Nomor 620-350 Tahun 2016) dan  rencana pembangunan beberapa ruas jalan seperti pembangunan by pass BIL-Kuta, port to port (Lembar-Mataram-Labuan Lombok), jalan Lingkar Utara Kota Tanjung, jalan Wakul (IPDN)-by pass BIL, jembatan Lewamori dan jalan Penyaring-Labu Sawo-Sp. Negara serta peningkatan fungsi jalan Kolektor Primer 2 menjadi Kolektor Primer 1 untuk konektivitas Lingkar Utara Pulau Lombok, Lingkar Selatan Pulau Lombok, Lingkar Utara Pulau Sumbawa (Tambora).

Sistem jaringan sumber daya air penyesuaian terhadap Wilayah Sungai (WS) Sumbawa yang menjadi WS Strategis Nasional, perubahan Daerah Irigasi (DI) Pemerintah dan DI Provinsi (Permen PU Nomor 14 Tahun 2015), Rencana Pembangunan Bendungan (Meninting, Mujur, Amor-amor, Senaru, Salkung, Segara, Pelangan, Beringin Sila, Kerekeh, Labangka, Tiu Rara, Tiu Suntuk, Keli, Manggeasi, Elang Desa, Karumbu, Panda, Busu dan Kendo), Rencana Pembangunan Jaringan Suplesi Irigasi (East Divertion Canal, West Divertion Canal, Kwangko-Waru).


Tinggalkan Komentar :



Komentar :

Belum Ada Komentar

Sambutan Kepala Dinas
Telusuri
Agenda

Persiapan Rencana Penyelenggaraan Balap Internasional MotoGP 2021

Kepala Dinas

Hotel Sheraton Senggigi

Rabu, 27 Maret 2019

13.00 WITA


Pembahasan Hasil Survey Jalur Pendakian Senaru dan Sembalun

Bidang Bina Konstruksi

Kantor Balai TN. G.Rinjani

Rabu, 27 Maret 2019

10.00 WITA


Kunjungan Lapangan Mahasiswa Prodi Magister Perencanaan Wilayah Kota (MPWK)

Bidang PIW

Ruang Rapat Bappeda NTB

Rabu, 27 Maret 2019

09.00 WITA


Peresmian Gedung

Bidang Sumber Daya Air

UPTD SMKPPN Mataram

Rabu, 27 Maret 2019

09.00 WITA


Persiapan Simposium Asia Pasific Geopark Network 2019

Bidang Sumber Daya Air

Hotel Lombok Raya

Rabu, 27 Maret 2019

09.00 WITA

Arsip Berita
Like Us On Facebook
Follow Us On Twitter
Subscribe Us On Youtube
Pengunjung

Hari Ini : 0

Kemarin : 0

Minggu Ini : 0

Bulan Ini : 103

Total Pengunjung : 16935

Polling Website

Apakah Website Ini cukup membantu anda dalam mencari Informasi Ke-PU-an ?


Link Terkait