SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PUPR-PKP PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB menggelar Rapat persiapan awal Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi NTB Tahun 2026, bertempat di Aula Pengga Dinas PUPR Provinsi NTB, Kamis (25/6/2026).   Rapat dipimpin langsung oleh Bapak Lalu Kusuma Wijaya, ST. MT Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB (Sekretaris Tim GTRA Provinsi NTB) dan dihadiri melalui daring oleh Bapak Stanley, S.E., S.SiT., M.M selaku Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB  (Ketua Pelaksana Harian Tim GTRA Provinsi NTB), dan dihadiri lansung oleh seluruh Kepala Bidang pada Kanwil BPN Provinsi NTB, Kepala Bidang Pertanahan DPUPRPKP Provinsi NTB, para pejabat fungsional, staf bidang pertanahan dan konsultan individu. Dalam rapat tersebut, ditekankan pentingnya sinergi anggaran antara APBD Provinsi NTB dan APBN dari Kanwil ATR/BPN NTB untuk efektivitas kegiatan. Fokus utama pembahasan mencakup lokasi indikatif Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), pengembangan akses, dan penyelesaian konflik pertanahan, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan.   Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmen serius dalam menjalankan program Reforma Agraria. Upaya ini difokuskan pada penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Pemerintah Provinsi NTB optimis bahwa melalui penataan pertanahan yang sistematis, konflik lahan dapat diminimalisir dan kesejahteraan masyarakat NTB akan semakin meningkat di masa mendatang.

🔊 Mode Baca Aktif
Ukuran: Normal
Shortcut:
Ctrl+Alt+C: Kontras
Ctrl+Alt+R: Baca
Ctrl+Alt+=: Perbesar
Ctrl+Alt+-: Perkecil
Selamat Datang di Website Resmi
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Event


Logo

Event


Agenda Hari Ini

"Tidak ada agenda hari ini."

Berita Terkini

"Gubernur NTB Tinjau Pembangunan MCK Program Desa Berdaya di Desa Mekar Sari"

Dalam upaya memastikan percepatan infrastruktur dasar di tingkat desa, kegiatan monitoring pembangunan MCK dilaksanakan di Dusun Sempani dan Dusun Malaka, Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pada Kamis (25/6/2026).   Kegiatan monitoring ini berlangsung strategis dengan agenda kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Barat ke Desa Mekar Sari. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung progres pembangunan infrastruktur prioritas, yang mencakup perbaikan akses jalan lingkungan, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan fasilitas sanitasi MCK.   Dalam peninjauan tersebut, hadir mendampingi Gubernur yakni Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB beserta jajaran, yang terdiri dari Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Cipta Karya, Kepala Bidang PKP, serta Kepala Balai PSDA Pulau Sumbawa. Kehadiran para pimpinan instansi teknis ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.   Pembangunan fasilitas MCK di dua dusun tersebut merupakan bagian dari Program Desa Berdaya. Berdasarkan data di lapangan, saat ini tengah dilakukan pembangunan sebanyak 15 unit MCK yang tersebar di wilayah tersebut. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan higienis


25/06/26
30
25/06/26 30
"SINERGITAS TIM GUGUS TUGAS REFORMA AGRARIA (GTRA) PROVINSI NTB"

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB menggelar Rapat persiapan awal Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi NTB Tahun 2026, bertempat di Aula Pengga Dinas PUPR Provinsi NTB, Kamis (25/6/2026).   Rapat dipimpin langsung oleh Bapak Lalu Kusuma Wijaya, ST. MT Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB (Sekretaris Tim GTRA Provinsi NTB) dan dihadiri melalui daring oleh Bapak Stanley, S.E., S.SiT., M.M selaku Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB  (Ketua Pelaksana Harian Tim GTRA Provinsi NTB), dan dihadiri lansung oleh seluruh Kepala Bidang pada Kanwil BPN Provinsi NTB, Kepala Bidang Pertanahan DPUPRPKP Provinsi NTB, para pejabat fungsional, staf bidang pertanahan dan konsultan individu. Dalam rapat tersebut, ditekankan pentingnya sinergi anggaran antara APBD Provinsi NTB dan APBN dari Kanwil ATR/BPN NTB untuk efektivitas kegiatan. Fokus utama pembahasan mencakup lokasi indikatif Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), pengembangan akses, dan penyelesaian konflik pertanahan, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan.   Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmen serius dalam menjalankan program Reforma Agraria. Upaya ini difokuskan pada penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Pemerintah Provinsi NTB optimis bahwa melalui penataan pertanahan yang sistematis, konflik lahan dapat diminimalisir dan kesejahteraan masyarakat NTB akan semakin meningkat di masa mendatang.


25/06/26
40
25/06/26 40
"Dinas PUPRPKP NTB Laksanakan Penanganan Longsoran pada Ruas Lembar Sekotong Pelangan dan Pelangan Simpang Pengantap"

Senin, 22 Juni 2026, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Tim Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Lombok melakukan penanganan terhadap titik longsoran bukit pada Ruas Lembar - Sekotong - Pelangan dan Ruas Pelangan - Simpang Pengantap, Kabupaten Lombok Barat. Penanganan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kondisi infrastruktur jalan agar tetap berfungsi dengan baik serta aman bagi pengguna jalan.   Pekerjaan yang sedang dilaksanakan meliputi pembersihan material longsoran yang menutupi bahu jalan dan sebagian badan jalan sehingga mengurangi lebar efektif jalur lalu lintas. Kegiatan ini dilakukan untuk memulihkan fungsi jalan, menjaga kelancaran arus lalu lintas, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, penanganan tersebut juga bertujuan mengantisipasi potensi longsoran susulan yang dapat menutup badan jalan dan menghambat mobilitas masyarakat serta konektivitas antarwilayah di Kabupaten Lombok Barat.   Dinas PUPRPKP Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk terus menjaga kondisi jalan dan bangunan pelengkapnya agar tetap berfungsi dengan baik. Melalui penanganan ini, diharapkan Ruas Lembar - Sekotong - Pelangan dan Ruas Pelangan - Simpang Pengantap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari dan konektivitas antar wilayah.


22/06/26
44
22/06/26 44
"DPUPRPKP NTB Hadiri Penandatanganan PKS dan Pakta Integritas Program P3 TGAI Tahun 2026"

PUPRPKP Provinsi NTB melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air menghadiri kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Pakta Integritas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang berlangsung di Prime Plaza Hotel Mataram pada Senin hingga Selasa, 22–23 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok penerima manfaat Program P3-TGAI dari berbagai wilayah di Provinsi NTB sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program tahun 2026.   Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Hj. Sari Yuliati, S.H., M.T., yang menyampaikan apresiasi kepada masyarakat penerima program. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Program P3-TGAI diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui dukungan infrastruktur irigasi yang lebih baik. Menurutnya, penandatanganan perjanjian kerja sama dan pakta integritas tidak hanya menjadi tahapan administratif, tetapi juga wujud komitmen bersama untuk melaksanakan program secara akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab.   Program P3-TGAI memiliki nilai strategis karena dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari tahap pelaksanaan hingga pengawasan kegiatan. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kualitas pekerjaan dan keberlanjutan infrastruktur irigasi yang dibangun. Selain mendukung peningkatan layanan irigasi, program ini juga memberikan dampak ekonomi melalui pemanfaatan tenaga kerja lokal dan penggunaan material setempat yang dapat mendorong perputaran ekonomi di desa.   Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I menyampaikan bahwa Program P3-TGAI merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pekerjaan Umum yang memiliki keterkaitan erat dengan upaya penguatan ketahanan pangan. Ketersediaan infrastruktur irigasi yang andal dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Oleh karena itu, seluruh kelompok penerima manfaat diharapkan dapat melaksanakan program secara tertib, tepat mutu, tepat biaya, dan tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.   DPUPRPKP NTB menyambut baik pelaksanaan Program P3-TGAI sebagai salah satu upaya memperkuat kualitas infrastruktur sumber daya air sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, program ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong kesejahteraan petani dan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat.


22/06/26
43
22/06/26 43
"DPUPRPKP Provinsi NTB Dukung Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Melalui Pelatihan dan Sertifikasi di Lombok Timur"

Lombok Timur – DPUPRPKP Provinsi NTB melalui Kepala Balai Bina Jasa Konstruksi dan Pengujian Material, Okti Indayani, S.T., menghadiri pembukaan kegiatan Pelatihan dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Tingkat Terampil yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur pada Jumat (19/6/2026) dan diikuti oleh sekitar 100 peserta dari Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah.   Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi melalui pelatihan dan sertifikasi, khususnya bagi tukang pasang bata dan plesteran jenjang 1. Selain DPUPRPKP NTB, kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR RI, H. Abdul Hadi, S.T., jajaran Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Bappeda Kabupaten Lombok Timur, Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur, Kepala BP2JK, Kepala Desa Sikur, serta anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur.   Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi, Ir. Kimron Manik, M.Sc., menyampaikan bahwa tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan tersertifikasi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, efisien, dan berkelanjutan. Sertifikasi kompetensi juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan kebutuhan tenaga kerja konstruksi di masa mendatang, termasuk dalam menyongsong bonus demografi.   DPUPRPKP NTB menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai salah satu upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia sektor konstruksi di daerah. Melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, diharapkan semakin banyak tenaga kerja konstruksi di NTB yang memiliki keterampilan terstandar dan sertifikasi resmi sehingga mampu meningkatkan daya saing serta mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas.   Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, H. Abdul Hadi, S.T., menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi di berbagai kabupaten/kota di Provinsi NTB. Program ini diharapkan dapat memperluas akses peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi serta mencetak tenaga kerja yang profesional dan berdaya saing.


19/06/26
46
19/06/26 46
"Atasi Genangan di Akses Rumah Sakit, DPUPRPKP NTB Bersama Pemkab Sumbawa Sepakati Peninggian Jalan Sultan Kaharudin"

DPUPRPKP Provinsi NTB melalui Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa bersama Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, manajemen Rumah Sakit Sumbawa, Satpol PP, Bagian Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kecamatan Unter Iwis, dan Pemerintah Desa Kerato melaksanakan peninjauan lapangan pada Ruas Jalan Sultan Kaharudin, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa, Jumat (19/6/2026).   Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang telah dilaksanakan pada 17 Juni 2026 guna membahas rencana penanganan jalan di depan Rumah Sakit Sumbawa.   Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi ruas jalan yang merupakan salah satu akses utama menuju Rumah Sakit Sumbawa. Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi teknis di lapangan, seluruh pihak sepakat bahwa penanganan jalan akan dilakukan melalui peninggian permukaan jalan yang disesuaikan dengan elevasi halaman rumah sakit.   Langkah ini bertujuan untuk mengurangi potensi genangan air, memperlancar sistem drainase, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan maupun masyarakat yang mengakses fasilitas kesehatan tersebut.   Selain menyepakati konsep penanganan jalan, tim juga melakukan kajian terhadap sejumlah aspek teknis yang menjadi perhatian utama, meliputi pengaturan lalu lintas selama pelaksanaan pekerjaan, penyelarasan desain jalan sesuai kewenangan pemerintah provinsi dan kabupaten, perlindungan terhadap jaringan utilitas seperti listrik, telekomunikasi, dan air bersih, serta evaluasi kondisi bangunan yang berada di atas saluran drainase.   Hasil peninjauan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan teknis yang lebih rinci sehingga pelaksanaan pekerjaan nantinya dapat berjalan efektif, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.   Melalui koordinasi dan kolaborasi lintas instansi, DPUPRPKP NTB berkomitmen mendukung penanganan infrastruktur jalan yang berkualitas guna meningkatkan aksesibilitas menuju Rumah Sakit Sumbawa serta mewujudkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat di Kabupaten Sumbawa.


19/06/26
42
19/06/26 42

Berita Terkini


Berita Populer

"Dinas PUPRPKP NTB Lakukan Monitoring Ruas Jalan Terdampak Banjir 2025 di Pulau Sumbawa"
15/02/26
566 dilihat
15/02/26 566 dilihat
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kunjungan kerja untuk memantau langsung kondisi sejumlah ruas jalan yang terdampak bencana banjir tahun 2025.   Kunjungan ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, Bapak Budi Herman, S.H., M.H., beberapa jajarannya, Bapak Kusumawijaya, S.T., M.T., serta, Bapak Mustafa, S.T., M.T.   Monitoring dilakukan guna memastikan perkembangan penanganan di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut agar akses masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap. Seluruh kegiatan didukung dokumentasi foto dan video sebagai bahan evaluasi. Ruas Benete–Sejorong, ruas ini sebelumnya mengalami putus jalan akibat banjir 2025. Penanganan dilaksanakan oleh PT. Tulu Era Gemilang dengan dukungan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara. Beberapa pekerjaan yang telah dilaksanakan antara lain pembangunan jembatan di KM 162+250 untuk menghubungkan kembali segmen jalan yang terputus, pemasangan bronjong untuk memperkuat struktur dan mendukung sistem drainase, serta penutupan lubang (patching) guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Hasil pemantauan menunjukkan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana dan diharapkan dapat segera memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat.   Sementara itu, pada ruas Sejorong–Tatar Batas Kabupaten Sumbawa Barat, ruas ini sebelumnya terjadi longsor di KM 171. Penanganan dilakukan oleh PT. Accet dengan dukungan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara. Tim menemukan bahwa meskipun telah ada upaya penanganan, kondisi lereng di titik tersebut masih memerlukan perhatian lanjutan. Disampaikan perlunya penguatan lereng dan pemantauan berkala, mengingat wilayah ini rawan curah hujan tinggi. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas jalan dan keselamatan pengguna.   Untuk ruas Tatar Batas KSB–Lunyuk, ruas ini mengalami kerusakan berat pada badan dan permukaan jalan, termasuk longsor di beberapa titik. Mengingat peran strategisnya sebagai akses utama masyarakat, DPUPRPKP Provinsi NTB mengusulkan penanganan darurat melalui BPBD Provinsi NTB dengan skema Bantuan Terpadu Tanggap Darurat (BTT). Usulan ini diajukan untuk mempercepat pemulihan akses, terutama guna mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok.   Pada paket pekerjaan Lenangguar–Lunyuk, masa perpanjangan waktu pekerjaan telah ditetapkan selama 50 hari kerja sejak 1 Januari 2026 dan berakhir pada 18 Februari 2026. Pelaksana pekerjaan adalah PT. AJP. Namun, hasil pemantauan menunjukkan belum adanya aktivitas pekerjaan di lapangan. Pada segmen pertama tidak terlihat kegiatan konstruksi, sementara pada segmen kedua sebagian badan jalan masih tertimbun lumpur akibat erosi. DPUPRPKP Provinsi NTB akan segera melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor guna memastikan penyebab keterlambatan serta mendorong langkah percepatan penyelesaian pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.   Adapun ruas Pal IV–Lenangguar juga menjadi perhatian karena mengalami kerusakan cukup luas akibat dampak lanjutan curah hujan tinggi dan kondisi cuaca ekstrem pasca banjir 2025. Kerusakan meliputi permukaan jalan yang retak dan berlubang, pergeseran badan jalan, serta longsor di beberapa titik lereng bukit. Kondisi tersebut berdampak pada kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi setempat. Penanganan menyeluruh dengan mempertimbangkan faktor stabilitas lereng dan sistem drainase menjadi salah satu prioritas perencanaan ke depan.   Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, DPUPRPKP Provinsi NTB menegaskan akan segera menindaklanjuti berbagai temuan sesuai tingkat urgensi masing-masing ruas. Untuk ruas Tatar Batas KSB – Lunyuk, usulan penanganan darurat melalui BPBD Provinsi NTB akan terus dikawal agar prosesnya dapat berjalan sesuai ketentuan dan segera membantu pemulihan akses masyarakat.   Pada ruas Lenangguar – Lunyuk, koordinasi intensif dengan pihak kontraktor akan dilakukan guna memastikan percepatan pekerjaan serta penyelesaian sesuai batas waktu yang telah ditetapkan. Sementara itu, untuk ruas Pal IV – Lenangguar, perencanaan penanganan menyeluruh akan disusun dengan mempertimbangkan faktor stabilitas lereng, sistem drainase, serta kondisi curah hujan di wilayah tersebut.   Ke depan, pemantauan berkala terhadap seluruh ruas terdampak akan terus dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mendeteksi potensi kerusakan lebih dini. Seluruh hasil monitoring dan dokumentasi lapangan juga akan menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran infrastruktur pada tahun berikutnya.   DPUPRPKP Provinsi NTB memahami bahwa jalan merupakan urat nadi aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, setiap langkah penanganan dilakukan secara bertahap, terukur, dan mengedepankan keselamatan serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.  
"Rapat Pembahasan Optimalisasi Jaringan Distribusi Air SPAM Semongkat"
29/01/26
434 dilihat
29/01/26 434 dilihat
Dinas PUPRPKP Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi pembahasan usulan optimalisasi Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Bagi (JDB) pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat bersama Bappeda, DPUPR Kabupaten Sumbawa, BPBPK, Perumdam, serta perangkat daerah terkait, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan air minum bagi masyarakat. SPAM Semongkat, khususnya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pungka, merupakan sarana vital yang mengintegrasikan pengelolaan sumber daya air dengan sistem sanitasi. Hingga saat ini, layanan SPAM Semongkat telah menjangkau lima kecamatan dan 29 desa, dengan manfaat yang dirasakan oleh sekitar 13.000 jiwa. Wilayah pelayanan dibagi ke dalam tiga zona, yaitu Zona Hijau, Zona Kuning, dan Zona Merah, sesuai dengan kondisi distribusi air di masing-masing wilayah. Dalam rapat tersebut, perhatian utama diarahkan pada Zona Merah, yang dinilai masih menghadapi tantangan dalam pendistribusian air. Beberapa permasalahan yang menjadi perhatian antara lain keterbatasan debit air yang diterima pelanggan serta kontinuitas aliran yang belum berjalan selama 24 jam. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pemenuhan standar pelayanan air minum yang mencakup kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan (4K). Tim teknis menyampaikan bahwa di lapangan masih terdapat kendala teknis maupun administratif, termasuk proses perizinan yang memerlukan penyesuaian dan sinkronisasi. Sebagai langkah perbaikan, diusulkan optimalisasi JDU dan JDB melalui penataan ulang jaringan distribusi agar tekanan air dapat lebih merata, khususnya di wilayah Zona Merah, dengan harapan statusnya dapat meningkat menjadi Zona Hijau. Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya memastikan pengembangan jaringan mengikuti regulasi yang berlaku di tingkat provinsi dan daerah, sehingga pelaksanaan perencanaan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Melalui rapat ini, disepakati bahwa diperlukan perencanaan yang lebih presisi untuk mengurai berbagai kendala di lapangan. Penguatan sisi operasional, termasuk aktivasi sambungan rumah (SR) pasif serta perbaikan jaringan fisik, diharapkan dapat mempercepat terwujudnya layanan air minum yang lebih merata dan berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan strategis SPAM Semongkat.
"PUPRPKP NTB Gelar Rapat Koordinasi Rencana Peningkatan Jalan dan Jembatan Kawasan Lingkar Tambang"
05/02/26
370 dilihat
05/02/26 370 dilihat
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi untuk membahas rencana pelebaran dan peningkatan pembangunan jalan serta jembatan di kawasan lingkar tambang. Rapat dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Bapak Budi Herman, S.H., M.H., didampingi Bapak Mustofa, S.T., M.T., serta dihadiri perwakilan PT Amman Mineral, BKAD Provinsi NTB, dan perwakilan bidang/balai di lingkup PUPRPKP. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi bersama untuk menyamakan pemahaman dan langkah teknis terhadap rencana peningkatan infrastruktur pada beberapa ruas strategis, yakni Sejorong–Tatar (batas KSB), Pal IV–Lenangguar, serta Lenangguar–Lunyuk. Ruas-ruas tersebut selama ini berperan penting sebagai jalur penghubung antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan kegiatan operasional di sekitar kawasan tambang. Dalam pembahasan, seluruh pihak menekankan pentingnya peningkatan kualitas jalan dan jembatan yang tidak hanya berorientasi pada kelancaran mobilitas, tetapi juga aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengakses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pusat ekonomi lokal. Selain itu, peningkatan ruas jalan ini dipandang sebagai bagian dari upaya bertahap mendukung pertumbuhan wilayah Sumbawa Barat dan Sumbawa. Dengan akses yang semakin baik, peluang usaha dan konektivitas antarwilayah diharapkan ikut berkembang. Melalui koordinasi lintas pihak ini, pemerintah daerah berharap setiap rencana penanganan infrastruktur dapat berjalan selaras, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
"Forum Penataan Ruang Provinsi NTB Bahas Revisi RTRW Kabupaten Sumbawa 2026 2045"
05/03/26
322 dilihat
05/03/26 322 dilihat
Forum Penataan Ruang Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar pembahasan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sumbawa Tahun 2026–2045 pada Kamis, 5 Maret 2026 di Ruang Rapat Pengga, Dinas PUPRPKP Provinsi NTB.   Pembahasan menunjukkan bahwa muatan substansi Revisi RTRW Kabupaten Sumbawa pada prinsipnya telah selaras dengan RTRW Provinsi NTB, baik pada rencana struktur ruang maupun rencana pola ruang. Selain itu, forum juga membahas penyesuaian kebijakan pengendalian alih fungsi lahan sawah sesuai Surat Edaran Menteri ATR terkait pemenuhan target Lahan Baku Sawah (LBS) sebesar 87% yang perlu diakomodasi dalam Ketentuan Khusus Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).   Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan penataan ruang antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam proses penyusunan Revisi RTRW Kabupaten Sumbawa Tahun 2026–2045.   Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat koordinasi dalam proses penyusunan revisi RTRW agar tetap selaras dengan kebijakan penataan ruang di tingkat provinsi. Pembahasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan pemanfaatan ruang, termasuk memastikan keberlanjutan lahan pertanian pangan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah.
"Dinas PUPR-PKP NTB Gelar Rapat Koordinasi Pengelola Teknis Pembangunan Gedung Negara TA 2026"
06/03/26
318 dilihat
06/03/26 318 dilihat
Pada Jumat, 6 Maret 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKP Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya, ST, MT, memimpin rapat koordinasi awal Pengelola Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara (BGN) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi serta mengoptimalkan pendampingan teknis dan administratif pada setiap proyek pembangunan gedung milik negara maupun daerah di wilayah Nusa Tenggara Barat.   Rapat yang diikuti oleh para pengelola teknis tersebut juga menjadi forum untuk menyampaikan penyesuaian struktur organisasi tim pelaksana koordinasi. Penataan struktur ini berpedoman pada Surat Keputusan Kepala Dinas PUPR NTB Nomor 55/KPTS/DPUPR/2025. Melalui struktur baru tersebut, tim pelaksana didukung oleh 15 orang tenaga pengelola teknis, 3 orang tenaga pembantu, serta 6 orang tenaga administrasi yang diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan proyek pembangunan di berbagai daerah.   Selain itu, pertemuan ini turut membahas pentingnya penataan proses pelaporan kegiatan oleh tenaga teknis di lapangan. Dinas PUPR-PKP Provinsi NTB mendorong setiap pengelola teknis untuk lebih aktif dan tertib dalam menyusun laporan monitoring (F0) secara berkala sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan pengawasan pelaksanaan proyek.   Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas PUPR-PKP Provinsi NTB merencanakan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) serta pelaksanaan sertifikasi pelatihan bagi calon tenaga teknis baru di seluruh kabupaten/kota di NTB.   Upaya ini sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 yang mengatur bahwa setiap pembangunan bangunan gedung negara perlu mendapatkan dukungan bantuan teknis dari tenaga profesional yang bersertifikat. Dengan dukungan tersebut, diharapkan pembangunan gedung negara dapat berjalan lebih tertib serta menghasilkan bangunan yang fungsional, andal, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
"DPUPRPKP Provinsi NTB Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Pemulihan Pasca Bencana Kebakaran"
04/04/26
193 dilihat
04/04/26 193 dilihat
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) Provinsi NTB bersama sejumlah kementerian dan pemerintah daerah mengikuti rapat koordinasi lintas sektor dalam rangka percepatan penanganan pasca bencana kebakaran di Kampung Sawo, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, dengan semangat gotong royong, kepedulian, empati, dan kehadiran nyata bagi warga. Kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta dukungan sektor perbankan. Rapat yang dilaksanakan pada Sabtu (4/4) dimulai pukul 20.00 WITA berlokasi di Tuwa Kawa Coffee Mataram, merupakan tindak lanjut atas kunjungan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah saat peninjauan langsung kondisi kawasan terdampak kebakaran. Rapat ini bertujuan untuk mensinergikan langkah penanganan melalui pendekatan kolaboratif yang mencakup perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan pembangunan kembali kawasan permukiman terdampak. Dalam rapat tersebut dibahas rencana penanganan terpadu yang meliputi pembangunan rumah layak huni, rehabilitasi rumah terdampak, penataan kawasan, serta penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU). Selain itu, disampaikan arahan strategis terkait percepatan penyiapan lahan, penyusunan dokumen teknis (DED dan RAB), serta penguatan koordinasi lintas sektor guna mendukung implementasi program secara efektif dan berkelanjutan.
"Forum Perangkat Daerah, Rancangan Rencana Kerja Dinas PUPRPKP Provinsi NTB Tahun 2027"
07/04/26
181 dilihat
07/04/26 181 dilihat
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Provinsi NTB menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hibrida (daring dan luring). ini menjadi momentum untuk menyelaraskan gerak pembangunan infrastruktur dengan visi besar "NTB Bangkit Bersama".Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi NTB, yang memberikan penguatan terkait penyelarasan target makro daerah. Forum ini juga diikuti secara aktif oleh para Kepala Bidang, Pejabat Struktural lingkup PUPRPKP, perwakilan OPD terkait, serta pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya melalui platform daring.Acara dibuka dan dipandu oleh Sekretaris Dinas PUPRPKP selaku moderator. Dalam sesi utama, Plt. Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, Bapak Lalu Kusuma Wijaya, ST., MT, memaparkan arah kebijakan pembangunan infrastruktur ke depan. Beliau menekankan bahwa fokus utama tahun ini adalah melakukan percepatan pada sektor-sektor mendasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.Ada beberapa poin strategis yang menjadi prioritas dalam forum ini. Di antaranya: Akselerasi Konektivitas Percepatan kemantapan jalan provinsi dan optimalisasi jaringan irigasi;Layanan Dasar yakni Peningkatan akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat;Lingkungan & Hunian mengenai Optimalisasi pengelolaan sampah dan penyediaan perumahan layak huni melalui skema inovatif "Desa Berdaya".Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta. Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara kesepakatan. Dokumen ini akan menjadi output resmi sekaligus komitmen bersama dalam mengawal perencanaan pembangunan infrastruktur NTB yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tahun 2026.Dengan sinergi yang kuat antar perangkat daerah, Dinas PUPRPKP optimis infrastruktur yang hebat akan menjadi fondasi utama bagi kemajuan Nusa Tenggara Barat.

Video Informatif


    Video ini menyampaikan informasi terkait layanan publik
Copyright © Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Nusa Tenggara Barat 2025