SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PUPR-PKP PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Dinas PUPRPKP Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi pembahasan usulan optimalisasi Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Bagi (JDB) pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat bersama Bappeda, DPUPR Kabupaten Sumbawa, BPBPK, Perumdam, serta perangkat daerah terkait, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan air minum bagi masyarakat. SPAM Semongkat, khususnya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pungka, merupakan sarana vital yang mengintegrasikan pengelolaan sumber daya air dengan sistem sanitasi. Hingga saat ini, layanan SPAM Semongkat telah menjangkau lima kecamatan dan 29 desa, dengan manfaat yang dirasakan oleh sekitar 13.000 jiwa. Wilayah pelayanan dibagi ke dalam tiga zona, yaitu Zona Hijau, Zona Kuning, dan Zona Merah, sesuai dengan kondisi distribusi air di masing-masing wilayah. Dalam rapat tersebut, perhatian utama diarahkan pada Zona Merah, yang dinilai masih menghadapi tantangan dalam pendistribusian air. Beberapa permasalahan yang menjadi perhatian antara lain keterbatasan debit air yang diterima pelanggan serta kontinuitas aliran yang belum berjalan selama 24 jam. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pemenuhan standar pelayanan air minum yang mencakup kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan (4K). Tim teknis menyampaikan bahwa di lapangan masih terdapat kendala teknis maupun administratif, termasuk proses perizinan yang memerlukan penyesuaian dan sinkronisasi. Sebagai langkah perbaikan, diusulkan optimalisasi JDU dan JDB melalui penataan ulang jaringan distribusi agar tekanan air dapat lebih merata, khususnya di wilayah Zona Merah, dengan harapan statusnya dapat meningkat menjadi Zona Hijau. Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya memastikan pengembangan jaringan mengikuti regulasi yang berlaku di tingkat provinsi dan daerah, sehingga pelaksanaan perencanaan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Melalui rapat ini, disepakati bahwa diperlukan perencanaan yang lebih presisi untuk mengurai berbagai kendala di lapangan. Penguatan sisi operasional, termasuk aktivasi sambungan rumah (SR) pasif serta perbaikan jaringan fisik, diharapkan dapat mempercepat terwujudnya layanan air minum yang lebih merata dan berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan strategis SPAM Semongkat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi terkait pelaksanaan paket penanganan long segmen Ruas Jalan Lendangguar–Lunyuk bersama Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Tinggi NTB. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Inspektorat, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Bina Marga, penyedia jasa PT Amar Jaya Pratama Group, serta tim konsultan dari CV Geo Dase Consultant. Dalam forum ini, seluruh pihak bersama-sama membahas sejumlah kendala, termasuk adanya keterlambatan pekerjaan di beberapa segmen ruas jalan. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, didampingi Asisten Intelijen Kejati NTB, menegaskan pentingnya penyelesaian pekerjaan yang telah berjalan dengan memanfaatkan skema penambahan waktu yang diberikan. Ia meminta konsultan pengawas dan PPK agar tetap berfokus pada kualitas hasil pekerjaan serta mematuhi ketentuan teknis yang berlaku. Inspektorat Pembantu II turut mengingatkan agar tambahan waktu pelaksanaan dimanfaatkan secara efektif dan bijaksana. Perencanaan waktu (time schedule) diminta menjadi perhatian utama, sehingga proses penyelesaian pekerjaan dapat berjalan lebih tertib dan terukur. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) menyatakan dukungannya terhadap skema penambahan waktu pekerjaan. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan komitmen seluruh pihak, khususnya konsultan pengawas dan PPK, dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Melalui koordinasi dan evaluasi ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap penanganan Ruas Jalan Lendangguar–Lunyuk dapat diselesaikan dengan baik, tepat mutu, serta memberikan dampak positif bagi konektivitas dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Infrastruktur pada Kamis–Jumat, 18–19 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan arah pembangunan serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perencanaan infrastruktur tahun 2026–2029. Rakor Infrastruktur tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, kementerian dan balai teknis, serta pemerintah kabupaten dan kota se-NTB. Kehadiran lintas instansi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi sekaligus memastikan program pembangunan berjalan selaras dan berkelanjutan. Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal, yang hadir mewakili Gubernur NTB, menyampaikan pemaparan singkat mengenai kondisi infrastruktur daerah, termasuk tingkat kemantapan jalan di Provinsi NTB. Paparan tersebut menjadi bahan awal diskusi guna merumuskan langkah-langkah pembangunan yang lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sesi pertama Rakor diawali dengan pemaparan dari Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, kemudian dilanjutkan oleh sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain Bappeda NTB, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I, serta Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) NTB. Memasuki sesi kedua, seluruh peserta dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi sesuai bidang yang ada di Dinas PUPR Provinsi NTB, yaitu Bidang Sumber Daya Air, Bidang Cipta Karya, dan Bidang Bina Marga. Diskusi kelompok ini difokuskan pada identifikasi program dan kegiatan prioritas, sekaligus menjaring masukan dari berbagai pihak untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih terpadu. Melalui Rakor Infrastruktur ini, Dinas PUPR Provinsi NTB berharap terbangun kesepahaman bersama serta kolaborasi yang semakin kuat, sehingga pembangunan infrastruktur ke depan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTB.

🔊 Mode Baca Aktif
Ukuran: Normal
Shortcut:
Ctrl+Alt+C: Kontras
Ctrl+Alt+R: Baca
Ctrl+Alt+=: Perbesar
Ctrl+Alt+-: Perkecil
Selamat Datang di Website Resmi
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Event


Logo

Event


Agenda Hari Ini

"Tidak ada agenda hari ini."

Berita Terkini

"Rapat Pembahasan Optimalisasi Jaringan Distribusi Air SPAM Semongkat"

Dinas PUPRPKP Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi pembahasan usulan optimalisasi Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Bagi (JDB) pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat bersama Bappeda, DPUPR Kabupaten Sumbawa, BPBPK, Perumdam, serta perangkat daerah terkait, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan air minum bagi masyarakat. SPAM Semongkat, khususnya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pungka, merupakan sarana vital yang mengintegrasikan pengelolaan sumber daya air dengan sistem sanitasi. Hingga saat ini, layanan SPAM Semongkat telah menjangkau lima kecamatan dan 29 desa, dengan manfaat yang dirasakan oleh sekitar 13.000 jiwa. Wilayah pelayanan dibagi ke dalam tiga zona, yaitu Zona Hijau, Zona Kuning, dan Zona Merah, sesuai dengan kondisi distribusi air di masing-masing wilayah. Dalam rapat tersebut, perhatian utama diarahkan pada Zona Merah, yang dinilai masih menghadapi tantangan dalam pendistribusian air. Beberapa permasalahan yang menjadi perhatian antara lain keterbatasan debit air yang diterima pelanggan serta kontinuitas aliran yang belum berjalan selama 24 jam. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pemenuhan standar pelayanan air minum yang mencakup kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan (4K). Tim teknis menyampaikan bahwa di lapangan masih terdapat kendala teknis maupun administratif, termasuk proses perizinan yang memerlukan penyesuaian dan sinkronisasi. Sebagai langkah perbaikan, diusulkan optimalisasi JDU dan JDB melalui penataan ulang jaringan distribusi agar tekanan air dapat lebih merata, khususnya di wilayah Zona Merah, dengan harapan statusnya dapat meningkat menjadi Zona Hijau. Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya memastikan pengembangan jaringan mengikuti regulasi yang berlaku di tingkat provinsi dan daerah, sehingga pelaksanaan perencanaan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Melalui rapat ini, disepakati bahwa diperlukan perencanaan yang lebih presisi untuk mengurai berbagai kendala di lapangan. Penguatan sisi operasional, termasuk aktivasi sambungan rumah (SR) pasif serta perbaikan jaringan fisik, diharapkan dapat mempercepat terwujudnya layanan air minum yang lebih merata dan berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan strategis SPAM Semongkat.


29/01/26
19
29/01/26 19
"Pemprov NTB Perkuat Koordinasi Penanganan Ruas Jalan Lendangguar Lunyuk"

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi terkait pelaksanaan paket penanganan long segmen Ruas Jalan Lendangguar–Lunyuk bersama Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Tinggi NTB. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Inspektorat, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Bina Marga, penyedia jasa PT Amar Jaya Pratama Group, serta tim konsultan dari CV Geo Dase Consultant. Dalam forum ini, seluruh pihak bersama-sama membahas sejumlah kendala, termasuk adanya keterlambatan pekerjaan di beberapa segmen ruas jalan. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, didampingi Asisten Intelijen Kejati NTB, menegaskan pentingnya penyelesaian pekerjaan yang telah berjalan dengan memanfaatkan skema penambahan waktu yang diberikan. Ia meminta konsultan pengawas dan PPK agar tetap berfokus pada kualitas hasil pekerjaan serta mematuhi ketentuan teknis yang berlaku. Inspektorat Pembantu II turut mengingatkan agar tambahan waktu pelaksanaan dimanfaatkan secara efektif dan bijaksana. Perencanaan waktu (time schedule) diminta menjadi perhatian utama, sehingga proses penyelesaian pekerjaan dapat berjalan lebih tertib dan terukur. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) menyatakan dukungannya terhadap skema penambahan waktu pekerjaan. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan komitmen seluruh pihak, khususnya konsultan pengawas dan PPK, dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Melalui koordinasi dan evaluasi ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap penanganan Ruas Jalan Lendangguar–Lunyuk dapat diselesaikan dengan baik, tepat mutu, serta memberikan dampak positif bagi konektivitas dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.


31/12/25
48
31/12/25 48
"Rapat Koordinasi Infrastruktur Tahun 2025, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah"

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Infrastruktur pada Kamis–Jumat, 18–19 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan arah pembangunan serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perencanaan infrastruktur tahun 2026–2029. Rakor Infrastruktur tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, kementerian dan balai teknis, serta pemerintah kabupaten dan kota se-NTB. Kehadiran lintas instansi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi sekaligus memastikan program pembangunan berjalan selaras dan berkelanjutan. Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal, yang hadir mewakili Gubernur NTB, menyampaikan pemaparan singkat mengenai kondisi infrastruktur daerah, termasuk tingkat kemantapan jalan di Provinsi NTB. Paparan tersebut menjadi bahan awal diskusi guna merumuskan langkah-langkah pembangunan yang lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sesi pertama Rakor diawali dengan pemaparan dari Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, kemudian dilanjutkan oleh sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain Bappeda NTB, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I, serta Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) NTB. Memasuki sesi kedua, seluruh peserta dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi sesuai bidang yang ada di Dinas PUPR Provinsi NTB, yaitu Bidang Sumber Daya Air, Bidang Cipta Karya, dan Bidang Bina Marga. Diskusi kelompok ini difokuskan pada identifikasi program dan kegiatan prioritas, sekaligus menjaring masukan dari berbagai pihak untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih terpadu. Melalui Rakor Infrastruktur ini, Dinas PUPR Provinsi NTB berharap terbangun kesepahaman bersama serta kolaborasi yang semakin kuat, sehingga pembangunan infrastruktur ke depan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTB.


18/12/25
52
18/12/25 52
"Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda (Jenjang 7) Teknik Jalan Tahun 2025"

Suasana penuh semangat menyelimuti Ballroom Hotel Lombok Plaza Mataram ketika Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB melalui Bidang Bina Jasa Konstruksi resmi membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda (Jenjang 7) Teknik Jalan Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 18–20 November 2025 ini menjadi wadah penting bagi para pelaku jasa konstruksi untuk memperkuat kompetensi dan kualitas SDM di bidang infrastruktur jalan.   Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas PUPR Provinsi NTB, yang dalam sambutannya memberikan dorongan kuat kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya kesungguhan selama mengikuti pelatihan, agar setiap ilmu dan pengalaman yang diberikan instruktur dapat benar-benar menjadi bekal dalam meningkatkan profesionalitas di lapangan.   “Kesempatan seperti ini tidak datang setiap hari. Ikuti dengan serius, serap ilmunya, dan jadikan sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas diri serta pembangunan di daerah kita,” ujarnya memberi motivasi.               Sebanyak 60 peserta dari berbagai penyedia jasa konstruksi di NTB mengikuti uji sertifikasi yang diselenggarakan oleh LSP Bina Konstruksi Nusantara. Para peserta dibagi dalam dua kelas agar proses pembelajaran lebih efektif dan interaktif.   Selama pelatihan, para peserta menerima pemaparan mendalam mengenai teknik pekerjaan jalan dari para instruktur berpengalaman, yaitu akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Mataram (UNRAM) dan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Suasana hangat dan antusias terasa ketika para peserta berbagi pengalaman, berdiskusi, dan mengasah kemampuan melalui berbagai sesi materi.   Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan tenaga ahli muda yang tersertifikasi, tetapi juga menumbuhkan profesionalisme dan kepercayaan diri para pelaku jasa konstruksi dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas di Provinsi NTB.


18/11/25
38
18/11/25 38
"Workshop Konsolidasi dan Pemetaan Belanja Infrastruktur Pusat-Daerah dalam mendukung RPJMD 2025-2029 Provinsi NTB"

Selasa (14/10) Workshop Konsolidasi dan Pemetaan Belanja Infrastruktur Pusat-Daerah dalam mendukung RPJMD 2025-2029 Provinsi NTB, dihadiri oleh perwakilan OPD lingkup Provinsi. Pertemuan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si, dan dilanjutkan dengan memberikan pemaparan singkat perihal maksud dan tujuan dari terselenggaranya pertemuan yang berlangsung pagi ini, serta menyampaikan arah pembangunan Provinsi NTB melalui RPJMD Tahun 2025-2029.  Beliau mengingatkan kepada seluruh perwakilan OPD yang hadir, untuk mengedepankan koordinasi yang bersinergi, demi mewujudkan target dari triple agenda NTB Makmur Mendunia, yaitu mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial, penguatan ketahanan pangan dan menjadikan Provinsi NTB sebagai lumbung pangan nasional, serta pengembangan pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan menjadikan Provinsi NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB beserta Kepala BPBPK NTB, perwakilan BBWS NT-I dan BPJN NTB, berkesempatan untuk menjadi narasumber pada kegiatan workshop pagi ini. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB memberikan pemaparan singkat mengenai perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan dari 3 Bidang Teknis (Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya) meliputi pengelolaan dan pengembangan sistem irigasi, SPAM Regional, kondisi jalan di Pulau Lombok-Sumbawa, Pra FS Port to Port, serta akses layanan air minum dan pengelolaan air limbah domestik. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB turut mendukung adanya kolaborasi untuk meningkatkan sinergitas, sehingga arah pembangunan semakin jelas. Serta memperhatikan indeks kelayakan infrastruktur, yang menjadi bagian dari salah satu program unggulan, yaitu NTB Connected. Melalui peningkatan pembangunan infrastruktur dan penyelenggaraan penataan ruang, untuk mendukung pemenuhan layanan dasar, sanitasi dan air bersih, swasembada pangan, hilirisasi, serta industrialisasi.


15/10/25
46
15/10/25 46
"Jembatan Doro Oo Segera Direkonstruksi, Gubernur NTB Ajak Warga Jaga Lingkungan"

Gubernur Nusa Tenggara Barat bersama Kepala Dinas PUPR NTB meninjau kondisi Jembatan Doro O’o di Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat setempat kini mengalami kerusakan akibat banjir dan sedimentasi. Bagi warga sekitar, jembatan ini bukan sekadar penghubung, melainkan jalur utama untuk mengangkut hasil pertanian dan tambak. Karena itu, perbaikannya sangat dinantikan untuk mempermudah mobilitas ekonomi lokal. Melalui APBD NTB Tahun Anggaran 2025, pemerintah provinsi akan membangun jembatan baru dengan nilai kontrak Rp6.168.000.000 miliar. Proses konstruksi dimulai September 2025 dan ditargetkan selesai pada Desember 2025. Dalam kunjungan tersebut, gubernur juga berdiskusi dengan kepala desa dan camat setempat. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, termasuk melakukan reboisasi di bukit dan hutan sekitar agar bencana serupa tidak terulang. “Jembatan ini penting untuk kelancaran hidup masyarakat. Tapi menjaga alam di sekitar juga sama pentingnya, supaya pembangunan bisa bertahan lama,” ujar gubernur, mengingatkan akan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan konservasi. Dengan hadirnya jembatan baru dan dukungan warga dalam menjaga lingkungan, diharapkan akses logistik masyarakat tetap lancar sekaligus lebih tahan terhadap bencana di masa depan, serta memperkuat ketahanan wilayah secara keseluruhan.


29/09/25
35
29/09/25 35

Berita Terkini


Berita Populer

"Dinas PUPR NTB dan BWS NT I Mendampingi DPRD NTB Tinjau Pelaksanaan Proyek Bendungan Jangkihjawa di Desa Mangkung, Praya Barat"
10/07/23
205 dilihat
10/07/23 205 dilihat
Praya Barat, NTB - Ir. H Mohammad Rum, M.T, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, didampingi oleh timnya serta Balai Wilayah Sungai (BWS) NT I, mendampingi Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB dalam kunjungan lapangan untuk meninjau pelaksanaan Proyek Bendungan Jangkihjawa yang berlangsung di Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk meninjau proyek embung dan mendengarkan usulan masyarakat terkait pelaksanaannya. Salah satu hasil kunjungan lapangan ini adalah rencana pembersihan sedimentasi di area jembatan Jangkihjawa di Desa Jangkihjawa. Sedimen yang menutupi kali akan dibersihkan untuk menjaga aliran air yang lancar. Selain itu, pembuangan material yang terdapat di kawasan bendungan juga akan dilakukan. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan proyek Bendungan berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Selanjutnya, dilakukan pula pembahasan lebih lanjut antara Kepala Dinas PUPR dan BWS NT I dengan Komisi IV DPRD NTB terkait proyek Bendungan ini. Hal ini merupakan komitmen dari Pemerintah Daerah dalam memperhatikan masukan dan aspirasi dari masyarakat serta berkoordinasi dengan lembaga Legislatif dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Diharapkan melalui sinergi ini, proyek Bendungan Jangkihjawa dapat dijalankan dengan efektif dan efisien, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
"Dinas PUPR Provinsi NTB Terima Kunjungan DPRD Komisi III Kabupaten Sumbawa Bahas Infrastruktur Jalan dan Drainase"
18/03/25
194 dilihat
18/03/25 194 dilihat
Mataram, Pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa bersama perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa melangsungkan pertemuan dengan perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pertemuan ini diterima langsung oleh Kasi Perencanaan Bidang Bina Marga di Ruang Rapat Pengga. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan anggota DPRD Komisi III menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan rusak di ruas Lintas Sumbawa-Lunyuk. Selain itu, dibahas pula permasalahan tata kelola drainase lingkungan yang masih menjadi penyebab utama bencana banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Melalui diskusi yang berlangsung secara konstruktif, diharapkan adanya koordinasi yang lebih erat antara DPRD Komisi III Kabupaten Sumbawa dan Dinas PUPR Provinsi NTB untuk merumuskan solusi terbaik guna mengatasi permasalahan infrastruktur di daerah tersebut. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa.
"PEMBAHASAN RANCANGAN RENCANA ALOKASI AIR TAHUNAN (RAAT) WILAYAH SUNGAI LOMBOK TAHUN 2020/2021"
07/10/20
189 dilihat
07/10/20 189 dilihat
Penyediaan air dan pengalokasian air sendiri merupakan salah satu kegiatan dalam operasi prasarana sumber daya air dimana kegiatannya meliputi pengaturan, pengalokasian serta penyediaan air dan sumber air sumber daya air. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan prasarana sumber daya air. Pengalokasian air adalah proses penjatahan air untuk berbagai jenis penggunaan menurut kuantitas, tempat dan waktu penggunaan yang besarnya disesuaikan dengan ketersediaan total volume air yang terdapat pada suatu sumber air. Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Lombok (TKPSDA WS Lombok) mengadakan Sidang Pleno Pembahasan rancangan Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Tahun 2020/2021 pada Wilayah Sungai Lombok. Kepala Bappeda selaku Ketua TKPSDA WS Lombok Bapak Dr. Ir. H. Amry  Rakhman, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan nilai penting air untuk mendukung kehidupan manusia sehingga perlu dilakukan pengelolaan yang baik dengan menyeimbangkan antara ketersediaan dengan kebutuhan air. Pengelolaan sumber daya air diharapkan dapat diarahkan terpadu, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan (Integrated Water Resources Management). Alokasi air berdasarkan penggunaan dengan memperhatikan kuantitas, tempat dan waktu yang besarnya disesuaikan dengan ketersediaan air menjadi bagian penting dari manajemen air yang perlu disinkronkan dalam wadah koordinasi lintas sektor, lintas wilayah dan antar pemilik kepentingan dalam Tim TKPSDA WS Lombok. Pemimpin Sidang Pleno TKPSDA WS Lombok pada kesempatan kali ini adalah Ibu Farida Rahmi mewakili Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB sebagai Ketua Harian TKPSDA. Narasumber yang dihadirkan berasal dari BWS NT I Ibu Ni Putu Arianti, ST., MT.yang menyampaikan tentang Rancangan Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) WS Lombok Tahun 2020/2021. Rencana alokasi air disusun berdasarkan Permen PUPR Nomor 6 Tahun 2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Sumber Air dan Bangunan Pengairan. Alokasi air memuat rencana alokasi air untuk sektor air minum, irigasi, rumah tangga, perkantoran dan industri, energy listrik dan aliran ekosistem sesuai hidrologi. Penyusunan alokasi air menggunakan data hujan, debit, iklim, prakiraan musim hujan, geografis pos hidrologi dan headwork, daerah irigasi, mata air, penduduk, kebutuhan penyediaan air, serta data Rencana Tata Tanam dari Komir Provinsi NTB yang disinergikan untuk mengalokasikan air. Hadir mendampingi sebagai narasumber pakar sumber daya air Bapak Ir. Surana, M.Sc. PU-SDA dan Bapak Dr. Anang M. Farriansyah, ST., MT. Menutup acara pada hari ini Ibu Farida Rahmi, ST., MT. yang merupakan Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah DPUPR Provinsi NTB menyampaikan bahwa perlunya dilakukan penekanan terhadap pelanggaran pola tanam yang perlu didukung bersama oleh Kabupaten/Kota, perlu diskusi teknis dalam rapat pokja maupun internal lembaga/instansi terkait alokasi air dan berdasarkan kesepakatan anggota TKPSDA WS Lombok maka Rancangan Alokasi Air Tahunan WS Lombok dapat disetujui dan direkomendasikan untuk dilakukan penetapan.
"Percepatan Pelaksanaan Pekerjaan Rekonstruksi Rehabilitasi Pelebaran Jalan Pemenang - Bayan - Sembalun"
04/05/19
188 dilihat
04/05/19 188 dilihat
Rapat Koordinasi dengan pembahasan Percepatan Pelaksanaan Pekerjaan Rekonstruksi / Rehabilitasi Pelebaran Jalan Pemenang – Bayan – Sembalun Bumbung telah dilaksanakan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Jumat, 3 Mei 2019 lalu. Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah, H. Rosiady Sayuti, M.Sc. P.hd yang didampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Wedha Magma Ardhi, MTP dan dihadiri peserta rapat diantaranya Kejaksaan Tinggi, Kepolisian Daerah, Kepala Dinas PUPR Prov NTB, Kepala Dinas LHK NTB, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX- Mataram Percepatan paket pelebaran jalan ini dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur jalan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Gili Tramena dan KSPN Gunung Rinjani. Disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi NTB, H. Sahdan, ST, MT bahwa saat ini pembangunan pelebaran jalan sudah mencapai progress 47% akan diselesaikan dalam waktu 5-7 bulan kedepan. Akan tetapi, beberapa jalur yang dilalui dari pembangunan pelebaran jalan tersebut berada dikawasan khusus hutan lindung di Lombok Timur dan membutuhkan konfirmasi lebih lanjut dari Dinas LHK dan Taman Nasional Gunung Rinjani. Dalam pertemuan itu juga diperkirakan pembangunan pelebaran jalan tersebut akan dilanjutkan sekitar 1 bulan kedepan setelah mendapatkan kepastian dasar hukum yang kuat dan jelas. Seperti yang dikatakan H. Rosiady Sayuti, M.Sc. P.hd, “Hukum harus jelas, harus ada dasar hukum untuk merambah hutan” pungkasnya dalam rapat tersebut. ~ppid~.
"Pembukaan Pelatihann dan Uji Sertifikasi Ahli Muda K3 Konstruksi di NTB"
11/06/24
187 dilihat
11/06/24 187 dilihat
Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang ahli jasa konstruksi, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Bina Konstruksi. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan terkait peraturan perundang-undangan serta standar K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), sasaran dan program K3, penyuluhan, serta program pelatihan simulasi tanggap darurat. Kegiatan ini berupa pelatihan dan uji sertifikasi bagi Tenaga Ahli Muda K3 Konstruksi (jenjang 7), yang digelar di Hotel Lombok Plaza dari tanggal 10 hingga 13 Juni 2024. Menjadi momentum bagi peserta kegiatan ini, terutama para tenaga ahli muda K3 konstruksi, untuk memperdalam pemahaman dalam bidang ini. Acara ini diawali dengan sosialisasi portal perizinan SKK PUPR dan E-Simpan, diikuti oleh pemberian materi dari BPJS Ketenagakerjaan Wilayah NTB dan PT. Onduline Indonesia Wilayah Regional Mataram. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas materi dan pelaksanaan pelatihan, sehingga para peserta bisa lebih siap dan kompeten dalam menjalankan tugasnya sebagai Tenaga Ahli Muda K3 Konstruksi (jenjang 7). "Saat ini, bidang konstruksi menjadi salah satu sektor yang sangat vital bagi pembangunan di berbagai daerah. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap proyek konstruksi berjalan dengan aman dan efisien," ungkap Sekretaris Dinas PUPR Provinsi dalam sambutannya. Kegiatan ini juga merupakan upaya konkret dalam mengukur pencapaian pelaksanaan rencana K3 konstruksi, yang menjadi bagian integral dalam setiap proyek pembangunan. Melalui serangkaian pelatihan dan uji sertifikasi, diharapkan bahwa tenaga ahli muda K3 konstruksi akan mampu menjadi agen perubahan yang mempromosikan praktik-praktik terbaik dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja. Dengan adanya kolaborasi antara Bidang Bina Konstruksi dengan PT. Onduline Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan bahwa para peserta akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan aplikatif dalam menjalankan tugas. Selain itu, kerjasama ini juga menjadi bukti nyata bahwa pihak-pihak swasta dan pemerintah dapat turut serta dalam mendukung upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai sektor. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan akan memberikan dampak positif yang signifikan dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat di sektor konstruksi, serta meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur di Provinsi ini.
"Progress Kegiatan PAMSIMAS III Provinsi NTB TA. 2020 dan Persiapan Verifikasi Usulan Desa TA. 2021"
20/11/20
179 dilihat
20/11/20 179 dilihat
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi NTB selaku Ketua PPMU program PAMSIMAS, memimpin rapat evaluasi capaian progress kegiatan PAMSIMAS III Provinsi NTB TA. 2020 dan persiapan verifikasi usulan desa TA. 2021 (19/11/2020). Pada Tahun Anggaran 2020 Provinsi Nusa Tengara Barat mendapatkan program Pamsimas terdiri dari 75 desa baru (reguler) meliputi 54 desa APBN dan 21 desa APBD. Sementara desa keberlanjutan (HKP dan HID) sebanyak 68 desa terdiri dari 17 desa HKP (9 desa HKP APBN dan 8 desa HKP APBD), 22 desa HID dan 29 desa HAMP. Adapun progress pelaksanaan desa APBN TA. 2020 per tanggal 16 November 2020 baik itu desa baru (reguler) dan desa keberlanjutan (HKP dan HID) sudah di atas 90%, namun dari 8 kabupaten yang memperoleh desa PAMSIMAS ada 6 kabupaten yang progress desanya tidak mencapai target kegiatan Uji Fungsi dan Berita Acara Serah Terima (BAST) sampai dengan batas akhir Perjanjian Kerjasama (PKS) antara PPK Air Minum Balai PPW NTB dengan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Program Pamsimas III, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Lombok Utara. Hal ini disebabkan karena pendampingan yang tidak maksimal dari Fasilitator, sehingga Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTB telah mengeluarkan surat Teguran 1 kepada Dc dan CoDC beserta beberapa Fasilitator Senior (FS) dan Fasilitator Masyarakat (FM) yang ada di 6 kabupaten tersebut. Sementara progress pelaksanaan desa HAMP APBN TA. 2020 yaitu 10 desa di Kabupaten Sumbawa dan 20 desa di Kabupaten Lombok Barat sampai saat ini telah selesai 100% Sedangkan progress pelaksanaan desa APBD TA. 2020 per tanggal 16 November 2020 baik itu desa baru (reguler) dan desa keberlanjutan (HKP) sebagian besar mengalami penundaan di 2021 dikarenakan adanya rasionalisasi anggaran. Sementara progress desa APBD yang sedang berjalan ada Kabupaten Lombok Barat baik itu desa reguler dan HKP masih di bawah 70%, Kabupaten Lombok Tengah dari 6 desa tinggal 1 desa HKP yang progresnya di bawah 70%, Kabupaten Sumbawa dari 2 desa semuanya sudah 100?n 1 desa sudah melakukan Uji Fungsi, Kabupaten Lombok Utara dari 1 desa tersebut sudah 100%. Rendahnya progress desa APBD karena bergantung pada kesiapan pemerintah daerah kabupaten sendiri. Untuk progress usulan desa 2021, sudah ada 5 kabupaten yang telah menyampaikan usulan yaitu Kabupaten Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Ini artinya PPMU dan Balai PPW NTB tinggal memverifikasi dan memberikan rekomendasi usulan desa sasaran. Sementara tinggal 3 kabupaten yang masih proses usulan yaitu Kabupaten Dompu, Lombok Timur dan Lombok Utara.
"Konsultasi dan Koordinasi DPRD Kabupaten Bima ke Dinas PUPR Provinsi NTB terkait Infrastruktur"
17/02/21
172 dilihat
17/02/21 172 dilihat
Kunjungan Kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bima ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB pada Rabu, 17 Februari 2021. Acara ini dipimpin oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Sahdan, MT beserta jajarannya. Sedangkan DPRD Kabupaten Bima dari Komisi III Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup hadir Wakil Ketua Komisi beserta anggotanya. Konsultasi dan Koordinasi kegiatan tersebut berfokus pada permasalahan infrastruktur khususnya jalan dan jembatan kewenangan Pemerintah Provinsi di beberapa wilayah Kabupaten Bima. Mewakili keluhan masyarakat Kabupaten Bima khususnya terkait Infrastruktur Jalan dan Jembatan sudah disampaikan oleh Komisi III DPRD Kabupaten Bima. Semua keluhan tersebut sebelumnya sudah ter-data oleh Dinas PUPR Provinsi NTB akan segera diberikan jalan keluar. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Sahdan, MT menargetkan adanya peningkatan yang signifikan terkait kemantapan jalan di Kabupaten Bima. Berikut daftar beberapa paket pekerjaan pembanguan/rehabilitasi jalan dan jembatan: Paket 11 SP. Kempo-SP Kore, Jembatan Boro, Jembatan Oi Mori, Jembatan Kawinda VI, Paket 12 Sila-Bajo, jembatan oi Kautupa (III, V, VI), Jembatan Piong (III, IV, V, VI), Paket 13 Kiwu-Sampungu, Jembatan Kiwu, Jembatan Sori Sowa, Paket 14 Karumbu-Sape, Talabiu-Simpasai,Simpasai-Wilamaci, Jembatan Lere (III, V), Paket 16 Bima-Tawali, Tawali-Sape.

Video Informatif


    Video ini menyampaikan informasi terkait layanan publik
Copyright © Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Nusa Tenggara Barat 2025