Permohonan Pemanfaatan Ruang Laut Guna Penanaman Pipa Bawah Laut - PLTMGU Lombok Peaker

Permohonan Pemanfaatan Ruang Laut Guna Penanaman Pipa Bawah Laut - PLTMGU Lombok Peaker

Diterbitkan Kamis, 10 Mei 2018 oleh ucang 1350 kali dilihat


Bertempat di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB pada tanggal 9 Mei 2018, diadakan rapat dengan pembahasan terkait permohonan izin pemanfaatan ruang dan izin wilayah laut untuk kegiatan penanaman pipa bawah laut sebagai saluran masuk air laut (water intake) sehubungan dengan pembangunan PLTMGU Lombok Peaker.

Rapat tersebut diselenggarakan dengan tujuan mendapatkan pertimbangan teknis atau rekomendasi kesesuaian ruang yang dikeluarkan oleh TKPRD atas kegiatan yang dijalankan oleh PT. PLN (Persero) sebagai tindak lanjut program 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah.

Rapat dipimpin dan dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, H. Lalu Hamdi dan didampingi Kepala Bidang Tata Ruang DPUPR Prov. NTB, Nyoman Yuli Suryani. Turut juga hadir perwakilan dari beberapa Instansi diantaranya PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) sebagai pemohon, PLN UPP Lombok, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) , Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perhubungan.

Kota Mataram mendapatkan tambahan pasokan daya listrik sebesar 150 MW dari program 35.000 MW yang dibarengi dengan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Uap (PLTMGU) Lombok Peaker berlokasi di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Perlu diketahui bersama, bahwa beban puncak Sistem Lombok saat ini mencapai 233 MW dari 242 MW yang dapat ditampung dan beban kelistrikan saat ini yang paling tinggi di Kota Mataram 68 MW 29% disusul Lombok Timur 61 MW 26%, Lombok Tengah 49 MW 21%, Lombok Barat 28 MW 12% terakhir Kabupaten Lombok Utara 25 MW 11%.

Program 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah membantu dalam memperkuat Sistem Kelistrikan di Lombok mengingat pulau Lombok merupakan daerah yang sedang dalam tahap peningkatan pengembangan program kepariwisataannya dan juga menjadi kawasan wisata internasional.

Dengan begitu pasokan listrik di pulau Lombok termasuk juga di kawasan Gili Matra dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dapat terjamin serta dapat dipastikan tidak ada pemadaman listrik kedepannya.

Jika proyek ini telah selesai dibangun dan dioperasikan maka sesuai alur proses, PLTMGU Lombok Peaker membutuhkan saluran masuk air laut atau Sea Water Intake (SWI) sebesar 3800 ton/h. Pemanfaatan air laut tersebut membutuhkan penanaman pipa bawah laut sebagai saluran masuk air.

“Membutuhkan kapasitas air dari laut itu, dengan desain rancangan awal kami adalah 3800 ton/h kegunaannya adalah untuk pendinginan dan untuk kebutuhan selama proses operasi Power Plant”, kata salah satu perwakilan PLN UPP Lombok yang juga selaku pengawas proyek, Julian Arlisdianto.

Lanjutnya, proyek yang telah berjalan kurang lebih selama 8 bulan ini ditargetkan rampung pada bulan Desember tahun 2019. “Saat ini proses pembangunan sudah berjalan kurang lebih 8 bulan, dengan progres total 21% sampai dengan April 2018. Untuk COD, pertama (Februari) tahun 2019 dan diakhir dengan COD ketiga (Combine Cycle) Desember tahun 2019”, ungkapnya.

Perwakilan dari PT. Pembangunan Perumahan (PP) yang juga turut hadir pada rapat kemarin, menambahkan bahwa pipa bawah laut atau water intake ini direncanakan sepanjang 360 meter dengan diameter pipa 1.8 meter.

“Dari Tower Intake akan kita pasang pipa sepanjang 360 meter menuju Water POM atau 260 meter dari Tower Intake ke bibir pantai. Pipa yang akan kita pasang adalah pipa dengan diameter 1.8 meter”, kata Mirza M, selaku Project Manager.

Sudah diatur dalam Perda nomor 12 tahun 2017 tentang zonasi wilayah pesisir pulau pulau kecil, pemanfaatan pipa bawah laut yang juga satu kesatuan dari proyek pembangunan PLTMGU Lombok Peaker merupakan salah satu bentuk pemanfaatan ruang laut. Untuk itu diperlukan rekomendasi kesesuaian ruang laut dalam pelaksanaan pembangunannya.

Dalam Rencana Zonasi Pulau Pulau Pesisir Kecil (RZP3K) juga harus sudah ditentukan titik koordinat yang pasti dari lokasi pemanfaatan ruang laut maupun darat, luasannya dan juga data dasar sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian rekomendasi kesesuaian ruang.

Hal tersebut juga sudah dipaparkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, H. Lalu Hamdi saat membuka rapat kemarin. Ia mengatakan “Didalam Perda maupun Pergub termasuk didalam Undang-undang ketika ada investasi di laut berkewajiban untuk mengurus 2 perizinan, yang pertama adalah izin lokasi (pemanfaatan ruang laut) kemudian kedua izin pengelolaan (melakukan kegiatan)”.

Diakhir rapat kemarin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, H. Lalu Hamdi berpesan kepada pihak pemohon yakni PLTMGU Lombok Peaker agar segera menyempurnakan data untuk diserahkan kepada TKPRD atau DPMPTSP.

“Pihak Lombok Peaker perlu menyampaikan data kepada TKPRD atau DPMPTSP terkait dengan titik koordinat dan luasan yang dimohonkan, data terkait dengan hidrograpi, kondisi dasar perairan dan termasuk juga data dasar agar mempermudah pengkajian dokumen dalam penentuan langkah selanjutnya dan setelah itu mempermudah dalam penentuan pemberian rekomendasi”, tutur H. Lalu Hamdi. ~ppid~


Tinggalkan Komentar :



Komentar :

Belum Ada Komentar

Sambutan Kepala Dinas
Telusuri
Agenda

Pelaksanaan Rapat Koordinasi Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bidang Fisik di NTB

Bidang Bina Marga

The Jayakarta Resort Senggigi

Rabu, 23 Oktober 2019

09.00 WITA


Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Perencanaan Pembangunan Investasi dan Keuangan Provinsi NTB

Sekretaris Dinas

Hotel Lombok Raya

Rabu, 23 Oktober 2019

09.00 WITA


Pemeriksaan Formulir UKL-UPL Rencana usahaa dan / Kegiatan Pembangunan Dermaga Tambatan Perahu di Desa Mertak Kec. Pujut

Bidang Tata Ruang

Ruang Rapat Dinas LHK NTB

Rabu, 23 Oktober 2019

08.30 WITA


Rapat Persiapan Monitoring dan Evaluasi Terpadu

Bidang PIW

Ruang Rapat Bappeda NTB

Rabu, 23 Oktober 2019

08.30 WITA


Rekonsiliasi Provinsi Pengelolaan Rumah Negara Golongan III

Bidang Cipta Karya

Hotel Lombok Raya

Rabu, 23 Oktober 2019

08.00 WITA

Arsip Berita
Like Us On Facebook
Follow Us On Twitter
Subscribe Us On Youtube
Pengunjung

Hari Ini : 0

Kemarin : 0

Minggu Ini : 91

Bulan Ini : 91

Total Pengunjung : 32941

Polling Website

Apakah Website Ini cukup membantu anda dalam mencari Informasi Ke-PU-an ?


Link Terkait