Konstribusi Infrastruktur Sumber Daya Air dalam Ketahanan Pangan
Kamis, 03 Desember 2020
151
Berita
Sekretariat
Seri 3: INFRASTRUKTUR GEMILANG “75 Tahun Bakti PUPR Sigap Membangun Negeri”
Keberadaan infrastruktur sumber daya air berkontribusi yang besar dalam mendukung peran Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu Provinsi penyangga pangan nasional . Hal ini ditunjukan dengan kesiapan untuk penyediakan air baku, sudah lebih dari 10 bendungan dan 226 embung yang terbangun . Pesatnya perkembangan penduduk dan industri menyebabkan ketimpangan antara ketersediaan air dan pemanfaatan air yang semakin besar , disatu pihak ketersediaan air dari sumber air mengalami penurunan akibat dari terganggunya catchment area dan dipihak lain kebutuhan akan air terus meningkat dengan penggunaan yang beragam. Meningkatnya erosi yang membawa kandungan lumpur mengakibatkan pendangkalan pada tampungan air maupun sungai. Untuk menjamin layanan air irigasi selain dengan membangun bendungan baru dan jaringan irigasi baru juga dilakukan peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi baik yang merupakan kewenangan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
Pada Tahun 2020 ini salah satu proyek strategis nasional di sektor sumber daya air di NTB yang telah pelaksanaannya yaitu Bendungan Bintang Bano Kabupaten Sumbawa Barat . Bendungan Bintang Bano ini merupakan bendungan multipurpose yang memiliki daya tampung air 65,84 juta m3 yang mampu mengairi sawah seluas 6.695 ha , menyediakan pasokan air baku 555 lt/dt dan mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas 9MW, selain itu bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir. Rencana inponding bendungan Bintang Bano pada bulan Juni 2021.
Terdapat 3 lagi proyek strategis nasional di NTB untuk bidang Sumberdaya air yaitu Bendungan Meniting di Kabupaten Lombok Barat , Bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa dan Bendungan Tiu Suntuk Di Kabupaten Sumbawa Barat . Groundbreaking Bendungan Meninting dilaksanakan pada 19 September 2019 dan pelaksanaanya dimulai pada Januari 2020 dengan rencana inponding pada akhir tahun 2022. Bendungan ini mempunyai kapasitas tampung 9.91 jt m3 yang melayani sawah irigasi seluas 1.559 ha , penyediaan air baku 150 lt/dt dan penyediaan energi dengan kapasitas 0,8MW. Bendungan meninting nantinya bisa menjadi destinasi wisata baru warga kota Mataram dan sekitarnya.
Bendungan Beringin Sila pelaksananya dimulai pada Januari 2019 dan rencana inponding pada akhir tahun 2022. Bendungan ini mempunyai kapasitas tampung 32,75 juta m3 untuk melayani sawah seluas 3.500 ha , suplai air baku 76 lt/dt dan mampu mengahasilkan energi listrik dengan kapasitas 1,4 MW.
Bendungan Tiu Suntuk pelaksananya dimulai pada Januari 2020 dan rencana inponding pada akhir tahun 2023. Bendungan ini mempunyai kapasitas tampung 55,90 juta m3 untuk melayani sawah seluas 1.743 ha , suplai air baku 68 lt/dt dan mampu mengahasilkan energi listrik dengan kapasitas 0,81 MW
Berita Terkait
Rapat Pembahasan Optimalisasi Jaringan Distribusi Air SPAM Semongkat
Dinas PUPRPKP Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi pembahasan usulan optimalisasi Jaringan Distri...
Pemprov NTB Perkuat Koordinasi Penanganan Ruas Jalan Lendangguar Lunyuk
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan rapa...
Rapat Koordinasi Infrastruktur Tahun 2025, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan R...
Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda (Jenjang 7) Teknik Jalan Tahun 2025
Suasana penuh semangat menyelimuti Ballroom Hotel Lombok Plaza Mataram ketika Dinas Pekerjaan Umum d...


